Rabu, 15 April 2026

Lion Air Pangkas 2.600 Karyawan Akibat Dampak Luar Biasa Pandemi Covid-19

“Kurang lebih 2.600 orang dari total karyawan kurang lebih 29.000,” ucap Danang kepada Kontan.co.id, Kamis (2/7/2020).

Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Ilustrasi: Pesawat Lion Air 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Lion Air mengumumkan mengurangi pekerja sebanyak 2.600 karyawan. Hal ini karena Lion Air Group berada di masa sulit dan menantang, atas kondisi terbentuk dari akibat pandemi Covid-19 serta memberikan dampak luar biasa yang mengakibatkan situasi penuh ketidakpastian.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan, pengurangan itu bukan PHK tetapi pengurangan tenaga kerja berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang. “Kurang lebih 2.600 orang dari total karyawan kurang lebih 29.000,” ucap Danang kepada Kontan.co.id, Kamis (2/7/2020).

Keputusan berat tersebut diambil dengan tujuan utama sebagai strategi sejalan mempertahankan kelangsungan bisnis dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19.

Sejak mulai beroperasi kembali yang dijalankan secara bertahap, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15 persen dari kapasitas normal sebelumnya yakni rata-rata 1.400 - 1.600 penerbangan per hari.

Lion Air Group juga menyampaikan penjelasan sehubungan dengan adanya PHK terhadap karyawan dan tenaga kerja asing. “Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja Indonesia dan asing (expatriate). Metode pengurangan berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang,” ucap Danang. (kontan/azis husaini)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul “Mayday! Mayday! Lion Air PHK 2.600 Karyawan”.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved