Kabar Duka dari Pemprov Jabar, Kepala DKP Jabar Meninggal di RS Borromeus Petang Tadi
Atas nama Pemerintah Provinsi Jabar, Hermansyah pun menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya almarhum
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kabar duka datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jabar Muhamad Solihin meninggal dunia di Rumah Sakit Santo Borromeus, Kota Bandung, Rabu (1/7) pukul 18:45 WIB .
Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi Jabar, Hermansyah.
"Betul, kami dapat berita duka bahwa Kadis Kelautan dan Perikanan Jabar meninggal dunia di Rumah Sakit Borromeus karena sakit," ucap Hermansyah di Kota Bandung, Rabu (1/7) malam.
Atas nama Pemerintah Provinsi Jabar, Hermansyah pun menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya almarhum yang juga pernah menduduki jabatan sebagai Kepala Inspektorat Provinsi Jabar.
“Pemprov Jabar turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” ujar Hermansyah.
"Kepergian almarhum menjadi berita sedih bagi seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jabar. Kepemimpinannya selama menjabat turut berkontribusi bagi kemajuan Jabar," katanya.
Adapun terkait baru saja dilantiknya Muhamad Solihin sebagai Kadis Kelautan dan Perikanan pada 12 Juni lalu, Hermansyah berujar bahwa dinas tersebut akan terus melakukan tugas pokok fungsi dan menjalankan program-programnya.
"Meski kabar duka ini membuat kita semua terpukul, tapi roda pemerintahan akan terus berjalan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini," kata Hermansyah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Berli Hamdani mengatakan, pemakaman mantan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar ini rencananya akan digelar besok (2/7) dan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.
Adapun protokol kesehatan merujuk kepada panduan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Ya, rencananya almarhum besok dimakamkan dengan protokol kesehatan. Kami turut berduka cita," ucap Berli. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/solihin1.jpg)