Pemprov Jabar Siapkan Rp 26 Miliar untuk Insentif Tenaga Kesehatan
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad mengatakan
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad mengatakan pihaknya sudah menyiapkan Rp 26 miliar untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) di Jabar yang bertugas menangani pandemi COVID-19.
"Sebanyak Rp 23 miliar untuk insentif dan Rp 3 miliar untuk santunan kematian nakes yang gugur selama pandemi," ucap Daud dalam konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (30/6).
Daud menambahkan, anggaran Pemerintah Provinsi Jabar untuk penanggulangan COVID-19 sudah terserap kurang lebih Rp 1,423 triliun, dengan serapan paling banyak untuk social safety net atau jaring pengaman sosial atau bantuan sosial (bansos).
"Diserap untuk social safety net atau bansos Rp 1,158 triliun. Untuk alat-alat kesehatan sebesar Rp 248 miliar," ucap Daud.
• Demi Protokol Kesehatan, Sambut HUT Bhayangkara Polsek Pagerageung Tasikmalaya Gelar Lomba Ini
Sementara terkait bansos non tunai yang salah satunya adalah telur dan diganti menjadi susu, Daud menegaskan bahwa penggantian tidak akan mengurangi nilai rupiah bansos non tunai.
"Tahap kedua penyaluran bansos ada penggantian dari telur ke susu, plus masker. Nilai substitusi dari telur, jadi tidak akan mengurangi nilai rupiahnya," tuturnya.
• Aplikasi Pikobar Ditambah Fitur Khusus, Kini Bisa Digunakan Teman Netra
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/daud-achmad-new-normal.jpg)