Aplikasi Pikobar Ditambah Fitur Khusus, Kini Bisa Digunakan Teman Netra

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar yang juga Ketua Divisi Pelayanan Informasi, Pusat Data,

Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat ( Pikobar) resmi beroperasi di Command Center Gedung B, Gedung Sate, Kota Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar yang juga Ketua Divisi Pelayanan Informasi, Pusat Data, dan TIK, Gugus Tugas Percepatan Penananggulangan Covid-19 Jabar, Setiaji, mengatakan pihaknya terus mengembangkan aplikasi dan website Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar atau Pikobar.

Setiaji mengatakan bahwa website dan aplikasi Pikobar diluncurkan menyesuaikan karakteristik warga Jabar. Apalagi di aplikasi, fitur bisa lebih banyak dimanfaatkan masyarakat. Setiaji menambahkan, Pikobar berkolaborasi dengan 16 pihak start up atau komunitas dalam pengembangannya.

Selain itu, hingga kini terdapat 38 aplikasi atau fitur dalam aplikasi Pikobar. Teranyar, terdapat fitur baru yang memungkinkan aplikasi Pikobar digunakan oleh Teman Netra, sebutan bagi penyandang disabilitas netra atau tunanetra.

"Aplikasi Pikobar sekarang user friendly untuk tunanetra, jadi teman-teman netra sekarang bisa menggunakan Pikobar. Tombol yang tadinya dibaca, untuk tunanetra bisa dikeluarkan suara," ujar Setiaji.

Daging Celeng Oplosan Dijual kepada 12 Pedagang Bakso Keliling di Tasikmalaya, Perbandingan 1-2

Selain itu, pihaknya sudah menghimpun 2.600 berita hoaks yang beredar dan melakukan klarifikasi data sehingga warga bisa tahu mana yang hoaks dan bukan hoaks. Hingga kini, aplikasi Pikobar sudah diunduh 750 ribu pengguna dan menangani 120 ribu pengaduan lewat hotline Pikobar.

"Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sejauh ini (hoaks) juga masih berkaitan COVID-19. Untuk pengaduan, juga paling banyak masih berkaitan bansos," tutur Setiaji.

"Aplikasi ini open source, jadi pemerintah kabupaten/kota bisa menggunakan aplikasi ini secara gratis dan dimanfaatkan juga. Ada aplikasi kabupaten/kota yang mirip seperti Pikobar, dari situ diharapkan muncul kolaborasi dan pengembangan fitur agar lebih baik," katanya.

Menurut Product Manager Pikobar Adityo Trimurdani, aplikasi Pikobar di bawah naungan unit kerja Jabar Digital Service (JDS) di Diskominfo Jabar merupakan upaya penanggulangan COVID-19 melalui solusi teknologi.

Terkait potensi serangan atau hacking, Pikobar juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) selain juga memiliki tim sendiri untuk mengantisipasi serangan terhadap sistem.

Adapun fitur unggulan yang banyak digunakan warga antara lain fitur data informasi kasus di Jabar, nasional, dan dunia, cek sebaran kasus, dan periksa mandiri. Untuk situsweb, hingga kini total kunjungan mencapai 4,7 juta.

Sinyal Persib Bandung Bakal Pindah Kandang ke GBLA Kian Kuat, Robert Alberts Katakan Hal Ini

Untuk fitur teranyar bagi Teman Netra, Adityo menjelaskan, pihaknya memanfaatkan fitur bawaan Android dan iOS.

"Jadi di Android ada Talkback di iOS ada VoiceOver. Ketika kedua fitur itu di masing-masing device pengguna diaktifkan, maka nanti aplikasi Pikobar tombol-tombolnya dikonversi menjadi audio. Jadi misal klik Data Jabar, yang muncul audionya," ujar Adityo.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved