Senin, 1 Juni 2026

Gramophone Kini Kembali Dicari Orang, Keluaran 1 Abad Lalu Dihargai Jutaan Rupiah

Lantunan suara musik instrumental mengalun ringkih dari gramophone yang memutar piringan hitam

Tayang:
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ichsan
tribunjabar/mega nugraha
Gramophone Kini Kembali Dicari Orang, Keluaran 1 Abad Lalu Dihargai Jutaan Rupiah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lantunan suara musik instrumental mengalun ringkih dari gramophone yang memutar piringan hitam di salah satu sudut di lantai 3 Pasar Barang Antik Cikapundung, Senin (29/6/2020).

Perlahan suaranya menghilang saat putaran jarum gramophone berhenti berputar secara perlahan. Gramophone itu dipajang Rachmad (30), pemilik toko sebagai barang antik yang sedang ia jual.

Gramophone adalah mesin pemutar lagu atau musik dalam piringan hitam. Jauh sebelum ada kaset, CD atau musik digital.

"His Master Voice, buatan 1915. Ngasi harganya sih Rp 4 juta. Semuanya masih berfungsi," ujar Rachmad.

Di tokonya, beragam barang antik dijual. Mulai dari keris, radio, TV, mesin pemutar piringan hitam keluaran tahun 1980-an hingga berbagai alat elektronik lainnya. Gramophone atau akrab disebut pemutar piringan hitam His Master Voice itu jadi salah satu barang langka yang dijual.

Rapid Test Tak Boleh Digelar Dadakan di Pasar atau Pemukiman, Harus Ada Sosialisasi

"Gramophone ini pencari dan peminatnya banyak tapi barangnya memang langka. Jadi harganya cukup tinggi," kata Rachmad.

Di sejumlah tempat di kios pasar antik itu, beberapa diantaranya menjual pemutar piringan hitam (PH) atau vinyl. Gramophone yang dijual Rachmad, bisa jadi paling tua. Bentuknya unik dan khas karena di atas pemutar PH terdapat moncong trompet.

Gramophone His Master Voice tidak menggunakan listrik namun untuk memfungsikannya harus memutar tuas. Kemudian, letakan jarum ke atas vinyl dan suaranya akan keluar.

"Ada beberapa lagi yang kami jual tapi yang sudah pakai listrik. Harganya beragam, dari Rp 1 juta," kata dia.

Ada juga Hendri (36) yang menjual pemutar PH merek AKAI keluaran tahun 1980-an. Mesinnya sudah elektrik sehingga untuk memfungsikannya harus memakai listrik.

"Di saya ini masih berfungsi cuma jarumnya saja harus ganti," kata dia.

Kursi Bergerak Sendiri Gegerkan Cianjur, Tak Cuma Malam Hari Siang Hari pun Kursi Bisa Jatuh Sendiri

Menurutnya, saat ini, pemutar PH kembali jadi incaran banyak orang. Selama ini, banyak diantara pengunjung Pasar Antik Cikapundung ini mencari pemutar PH lawas.

"Iya kang, sekarang pemutar PH lagi banyak dicari karena kan sekarang perusahaan rekaman banyak yang ngeluarin album dalam bentuk vinyl (piringan hitam)," ucap dia.

Menurutnya, suara yang dihasilkan dari vinyl yang diputar di mesin pemutarnya memiliki suara yang khas. Beda dengan pemutar-pemutar lagi modern semacam CD, kaset atau bahkan file lagu dengan konsep USB.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved