AHY Mencium PPDB 2020 Bikin Gelisah Orangtua, Minta Menteri Nadiem Turun Tangan agar Ada Keadilan

Melalui akun Twitternya, AHY meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk turun tangan memberikan solusi keluahan orangtua siswa.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Kolase Tribun Jabar (Instagram/agusyudhoyono)
Ketua Umum Demokrat AHY minta Menteri Pendidikan Nadiem Makarim beri solusi masalah PPDB 2020. 

TRIBUNJABAR.ID - Ketua Umum Partai Demokrat, anak sulung SBY, Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY) mencium pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 membuat para orangtua calon siswa gelisah.

Dalam PPDB 2020 untuk SMP dan SMA/SMK, masih banyak dikeluhkan orangtua calon siswa.

Para orangtua calon siswa mengeluhkan mulai dari kendala literasi teknologi sistem PPDB online, pelaksanaan jalur zonasi berbasis kelurahan, hingga zonazi basis usia.

Melalui akun Twitternya, AHY meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk turun tangan memberikan solusi keluahan orangtua calon siswa.

"Kami @PDemokrat mendorong @Kemendikbud_RI
untuk segera merespon kegelisahan dan menemukan formula penyelesaian yang tepat, agar PPDB di tengah krisis pandemi ini tetap menghasilkan output yang adil, tidak diskriminatif, dan tetap mengapresiasi prestasi calon peserta didik," tulis AHY di akun Twitternya, Senin (29/6/2020).

Orangtua di Bandung Demo PPDB

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Edy Suparjoto mengatakan, para orangtua siswa yang datang mengadukan soal PPDB itu rata-rata karena kesalahan memilih jalur.

"Ada yang salah data, intinya banyak yang salah pilihan, salah memasukan jalur, memasukan pilihan sekolah," ujar Edy, saat dihubungi, Senin (29/6/2020).

Menurut Edy, sebaiknya orangtua siswa melakukan pengaduan secara daring dan tidak datang ke kantor Disdik Kota Bandung, karena di website PPDB sudah tersedia kolom aduan beserta nomor Whatsapp.

Meski demikian, pihaknya mengaku tetap melayani orang tua siswa yang datang ke Kantor Disdik Kota Bandung.

 Tak Bisa Dibesuk Saat Pandemi Covid-19, Narapidana di Lapas Sumedang Hanya Bisa Video Call

"Kami terima semua aduan dan diimbau juga untuk pengaduan lakukan secara daring saja, di web sudah tersedia.

Kami akan mengolah pengaduan tersebut," katanya.

Sejak dibuka pendaftaran PPDB jalur zonasi, pihaknya mendapatkan ratusan aduan baik yang disampaikan secara online dan dan datang ke Kantor Disdik Kota Bandung.

"Kemarin saja sampai 500 aduan, tapi kan ada yang ringan, sedang, ada yang perlu di tindaklanjuti, ada yang tidak. Ada yang sifatnya informatif, tapi kebanyakan yang sifatnya informatif," ucapnya.

 Hanya Butuh 20 Menit, Yusef Mampu Selesaikan Ukiran dari Kelapa Kering

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved