Breaking News:

VIDEO Berawal dari Hobi Ikan Cupang, Hamada Coba Budidaya dan Ikut-ikut Kontes Cupang Hias

Ketika ditanya harga ikan cupang untuk kriteria kontes, Hamada menyebut dirinya mampu menjual ikan cupangnya Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
 
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Berawal dari hobi dan menyukai ikan cupang, Hamada Djauhari (31) akhirnya memutuskan untuk menjual dan membudidayakan ikan cupang yang merupakan ikan khas yang habitatnya di Asia Tenggara ini. 
 
Sejak 2014, Hamada mengaku telah jatuh hati pada ikan cupang jenis hias saat dirinya bekerja di daerah Jakarta. Sekali dua kali dirinya membeli ikan cupang di kawasan Slipi, Jakarta, Hamada mengaku lama-kelamaan menjadi hobi.
"Saat pulang ke Purwakarta, saya mulai berpikir sepertinya berjualan ikan cupang enak juga. Akhirnya, 2015 saya putuskan berjualan ikan cupang dan mukai belanja-belanja ikan cupang," katanya saat ditemui Tribun Jabar, Kamis (25/6/2020).
 
Setelah memutuskan berjualan ikan cupang hias, Hamada selanjutnya tergugah untuk belajar memelihara hingga budidaya ikan cupang hias dengan belajar nge-breed (mengawinkan) cupang.
 
"Tapi mengawinkan ikan cupangnya ikan cupang yang berkualitas dan bagus. Ada kepuasan tersendiri ketika memelihara cupang hasil budidaya sendiri," ujarnya.
 
Setelah sedikit demi sedikit mengetahui tentang ikan cupang hias, Hamada pun mencoba mengikuti sejumlah kontes-kontes ikan cupang hias mulai tingkat nasional hingga Internasional dan sempat menyabet sejumlah penghargaan dari keikutsertaan kontes ikan cupang.
"Ya masih di 2015 saya coba ikut-ikut kontes. Dan bisa bertemu dengan pencinta ikan cupang hias juga dari sejumlah wilayah di Indonesia hingga dunia. Kalau biasa ikan cupang hias yang diikutsertakan dalam kontes itu biasanya ada kategori, misalnya tingkat nasional itu segi sirip hingga ekor, sedangkan kriteria Internasional lebih kepada warna," ujarnya.
 
Ketika disinggung terkait kendala yang ditemukan selama memelihara dan berjualan ikan cupang atau nama lainnya betta ini, Hamada mengaku tak menemukan kendala yang berarti.
 
"Enggak ada sih, karena hobi jadinya ya saat jualan pun kalau gak terjual ya enak dipandangi saja. Tapi, kalau terjual ya rejeki," katanya.
 
Hamada mengatakan banyak pemesan ikan cupang hiasnya ini dari beberapa wilayah, seperti Purwakarta, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga ke luar negeri seperti Singapura bahkan Kanada.
 
"Saya menjual ikan cupang ini untuk lokalan paling murah Rp 10 ribu dan tingginya Rp 200 ribu. Itu pun kalau offline. Lalu, ada lagi ikan cupang hasil perkawinan saya menarifkan Rp 400 ribu sampai Rp 700 ribu," katanya.
 
Ketika ditanya harga ikan cupang untuk kriteria kontes, Hamada menyebut dirinya mampu menjual ikan cupangnya Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Hamada saat ini memiliki empat jenis ikan cupang hias, seperti halfmoon (setengah bulan), crowntail (serit), plakat, dan giant (cupang raksasa).
"Adanya pandemi Covid-19 terasa dampaknya, karena saya gak bisa kirim pesanan ke wilayah jauh atau luar negeri. Bisanya hanya lokalan seperti Purwakarta," kata Hamada.
 
Hamada pun mengungkapkan satu keinginannya yang sampai saat ini belum tercapai, yakni bisa menjuarai kontes dengan menggunakan ikan cupang hasil budidayanya.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Video Editor: Wahyudi Utomo
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved