Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona di Jabar

Pasien Positif Corona di Cimahi Tambah 6, Hari Ini Tak Ada Penambahan Pasien Sembuh

"Masyarakat yang menolak, beralasan bahwa swab tes ini hanya akal-akalan pemerintah."

Tayang:
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/ Daniel Andreand Damanik
Pengecekan suhu tubuh bagi orang yang akan melaksanakan salat jumat perdana di Masjid Agung Kota Cimahi, Jumat (19/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pasien positif aktif Covid-19 di Kota Cimahi bertambah pada Selasa (23/6/2020).

Data tersebut diperoleh dari Pusat Informasi Covid-19 Cimahi.

Data yang masuk pada pukul 13.40 WIB, menunjukkan sudah ada 54 orang yang dinyatakan sembuh hari ini (23/6/2020).

Itu berarti tidak ada penambahan pasien sembuh di Cimahi sejak kemarin.

Jumlah yang bertambah ialah jumlah pasien positif aktif, yaitu menjadi 40 orang (37.36%) yang sebelumnya masih berjumlah 34 orang.

Pasien terkonfirmasi positif di Kota Cimahi, mengalami perubahan, yaitu menjadi 97orang.

Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan data pada Senin (23/6/2020).

Dari 97 pasien positif itu, 40 pasien positif aktif, 54 orang dinyatakan sembuh, dan 3 orang meninggal dunia.

Angka kematian akibat Covid 19 di Kota Cimahi tersebut, sudah tidak mengalami kenaikan sejak Maret 2020.

Ajay M Priatna, selaku Wali Kota Cimahi mengatakan, jika tidak ada penambahan pasien positif di Kota Cimahi, maka dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan, pasien positif aktif di Kota Cimahi, telah habis.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan di Cimahi ialah 671. Rinciannya 5 dalam proses pemantauan, dan 666 orang sudah selesai diproses.

Sementara, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Cimahi, sebanyak 93 orang, dengan rincian 13 orang masih dalam proses pengawasan, dan 80 orang sudah selesai diawasi.

Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Cimahi sebanyak 3.013 orang, ada 426 orang yang masih diproses, dan 2.587 orang sudah selesai diproses.

Warga Cimahi Tolak Swab Test, Sebut Pemerintah Mengada-ada

Pemerintah Kota Cimahi berencana akan melakukan swab tes yang ketiga kalinya terhadap 32 orang warga Kelurahan Karangmekar, Kota Cimahi.

Hal tersebut karena ditemukannya satu orang terpapar positif Covid-19.

Lurah Karangmekar, Nur Efendi saat ditemui Tribun Jabar di Kantor Lurah Karangmekar (23/6/2020) mengatakan, ada 15 orang warga yang menolak untuk di swab tes.

"Masyarakat yang menolak, beralasan bahwa swab tes ini hanya akal-akalan pemerintah."

"Saat kami tanya, mereka bilang bahwa setiap ada pasien yang positif maka pemerintah mendapat uang ratusan juta."

"Saya tanya sumber informasi tersebut, mereka tidak bisa menjawab. Jadi mereka menerima informaai dari media sosial yang tidak jelas," kata Nur Efendi, Selasa (23/6/2020).

Nur Efendi meminta agar warga yang menolak swab, agar membuat pernyataan tertulis, jangan secara lisan.

Akhirnya 15 orang membuat surat dan ditandatangani lalu diserahkan ke Puskesmas Karangmekar.

"Jadi ada tuduhan dari warga, kalau ada orang yang negatif Covid 19 tapi dijadikan positif."

"Mereka juga mengaku kalau stres jika harus diisolasi."

"Sebenarnya mereka terprovokasi dari informasi media sosial yang kebenarannya belum bisa dipastikan," katanya.

Jika ada warga yang stres, sudah ada tim ahli kejiwaan yang disediakan, namun kata Lurah Karangmekar, tidak ada satupun warga yang datang untuk diperiksa kejiwaannya.

Selama proses isolasi, Nur Efendi mengatakan bahwa pihaknya selalu memberikan dukungan seperti makanan, dapur umum dan keperluan pribadi.

Lurah Karangmekar merasa bingung karena warga menolak untuk di swab untuk ketiga kalinya.

Padahal, menurutnya hal tersebut dilakukan untuk men"tracking" penyebaran Covid 19 di wilayah tersebut.

Di Kantor Lurah Karangmekar terlihat sembako yang akan diberikan kepada warga yang diiaolasi dan tidak bisa bekerja.

Swab tes pertama dilakukan terhadap 177 warga Karangmekar, hasilnya, dua orang dinyatakan positif Covid 19.

Swab tes kedua, dilakukan pada 18 Juni 2020, dalam dua hari hasilnya keluar dan satu orang dinyatakan positif Covid 19.

"Nah, karena ada ditemukan positif satu orang, kami berencana melakukan swab tes lagi, nah itu yang ditolak oleh warga," katanya.

Wilayah Karangmekar dijadikan "pilot project" Provinsi Jawa Barat untuk penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro. Hasil swab dalam dua hari bisa diketahui.

Total warga Kelurahan Karangmekar yang positif Covid 19 hingga saat ini, Selasa (23/6/2020) ialah 4 orang. Keempat orang tersebut berasal dari RW 16, RW 4, dan RW 17.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved