Tidak Bekerja Bukan Alasan Mulyono Tidak Punya Jkn-Kis
Begitu juga adanya wabah corona ini berdampak pada penghasilannya yang berkurang
Soreang, TRIBUNJABAR.ID – Mulyono (44) yang mata pencahariannya membuka jasa pencuci pakaian (laundry) di Perumahan Soreang Residence Kabupaten Bandung ini sudah lama terdaftar menjadi peserta JKN-KIS sejak 5 tahun yang lalu. Awalnya, Mulyono beserta keluarga terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri di kelas 3. Namun, semenjak pindah rumah dari Kabupaten Kebumen ke Kabupaten Bandung dikarenakan sang istri bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kabupaten Bandung, sehingga kepesertaan Mulyono beserta anaknya berubah menjadi Pekerja Penerima Upah (PPU) karena menjadi tanggungan istrinya di perusahaan swasta.
Namun, malang bagi Mulyono. Di tengah situasi pandemi Covid-19, sang istri terkena dampang dari mewabahnya virus tersebut. Sang istri mengalami pemutusan kerja sehingga seluruh jaminan yang didapatnya harus dikembalikan, begitupun jaminan kesehatan JKN-KISnya. Tapi, kondisi tersebut tidak mengubah Mulyono untuk tidak terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Mulyono merasa memiliki jaminan kesehatan merupakan sangat penting, sehingga ia harus mutasi kepesertaannya dari PPU menjadi PBPU kembali.
Saat berjumpa dengan tim Jamkesnews, Mulyono menceritakan pengalaman tak terlupakannya ketika memanfaatkan kartu JKN-KISnya. Ia menyebut bahwa dengan hanya membawa kartu kepesertaan JKN-KIS ke fasilitas kesehatan, ia langsung ditanganin dengan cepat dan baik. Bagitupun saat ia membawa sang anak ke rumah sakit dan harus di rawat karena penyakit demam berdarah.
“Sangat bersyukur sekali setiap berobat selalu pakai BPJS Kesehatan, bulan puasa kemarin anak saya demam berdarah lalu dirawat seminggu di rumah sakit. Alhamdulillah baik-baik saja semuanya,” ujar Mulyono pada saat dikunjungi di kediamannya, Rabu (28/05).
Begitu juga adanya wabah corona ini berdampak pada penghasilannya yang berkurang. Sehingga selama bulan ramadhan kemarin untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya ia bersama isteri berjualan kolak dan beberapa makanan untuk takjil.
“Walaupun sekarang yang nyuci sepi, istri tidak kerja lagi, tapi ya alhamdulillah masih ada rezeki dengan cara lain yaitu berjualan kolak di depan rumah, bisa mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari dan bisa bayar iuran BPJS Kesehatan juga, kerja tidak kerja tetap harus punya BPJS Kesehatan,” ucap Mulyono.
Mulyono terdaftar menjadi peserta JKN-KIS di kelas 3 dengan menanggung 2 anaknya dan istrinya. Saat ini ia dan keluarga tidak bisa pulang ke kampung halamannya di Kebumen.
“ya lebaran disini saja, sekali-kali lebaran jauh dari sanak saudara, ya mau gimana lagi serba bingung, tapi ya demi kebaikan apa boleh buat mending diam disini saja, silaturahmi bisa via telepon dulu, yang pYnting disini juga aman-aman saja disna juga aman-aman juga,” tutur Mulyono. (BS/ir)