Hari Pendidikan Pasundan Ke 98
Momen Evaluasi dan Pematangan Kembali Visi Misi
Meningkatkan kualitas SDM dan mengembalikan kejayaan pendidikan Pasundan menjadi tema besar di Peringatan Hari Pendidikan Pasundan ke-98.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Oktora Veriawan
MENINGKATKAN kualitas sumber daya manusia dan mengembalikan kejayaan pendidikan Pasundan menjadi tema besar sekaligus misi yang ingin dicapai oleh Paguyuban Pasundan, dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Pasundan Ke-98 pada 18 Juni 2020. Berbagai program dan rencana peningkatan layanan pendidikan pun telah dipersiapkan dan akan dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan Paguyuban Pasundan, khususnya dalam menghadapi penyelenggaraan pendidikan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal itu, Tribun Jabar mewawancarai Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si di sela aktivitas keduanya di Gedung Sekretariat PB Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera Nomor 41, Bandung, pekan kemarin.
Apa sebenarnya makna Hari Pendidikan Pasundan yang selalu diperingati setiap 18 Juni ini?
Peringatan Hari Pendidikan Pasundan ini bukan hanya sebagai kegiatan seremoni, melainkan lebih kepada upaya evaluasi dan pematangan kembali visi misi serta target pencapaian penyelenggaraan pendidikan yang telah diraih Lembaga Pendidikan Paguyuban Pasundan. Apalagi sejarah berdirinya Paguyuban Pasundan dilatarbelakangi oleh kekhawatiran dan rasa prihatin tokoh masyarakat Jawa Barat dan siswa-siswa di STOVIA terhadap nasib pribumi yang terus menderita karena lemah dari sisi ekonomi dan kualitas pendidikan. Jadi, tujuan dibentuknya Paguyuban Pasundan adalah terwujudnya masyarakat yang memiliki harkat dan martabat, dengan membenahi sektor ekonomi dan kualitas mutu pendidikan masyarakat. Dengan tujuan tersebut Lembaga Pendidikan Pasundan mulai mendirikan Hollandsch Inlandsche School (HIS) dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) atau penyelenggaraan layanan pendidikan setingkat SD dan SMP, di Tasikmalaya pada 1922, dengan para tenaga pengajar yaitu masyarakat Belanda yang memiliki kualitas ilmu pendidikan dan kecintaan terhadap budaya Sunda, yang saat itu menjadi sekolah swasta terbaik di Jawa Barat.
Siapa saja tokoh nasional yang berasal dari Lembaga Pendidikan Pasundan?
Penyelenggaraan pendidikan di Paguyuban Pasundan berhasil mencetak para lulusan yang hebat dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi membangun bangsa. Beberapa di antaranya adalah Wakil Presiden RI keempat atau periode 1983-1988, Umar Wirahadikusumah; Rektor IPB dan Menteri Pertanian periode 1968-1978, Prof. Dr. Thoyib Hadiwidjaja; Rektor ITB ke-24, Prof. Dr. Doddy Achdiat Tisna Amidjaja; Rektor IKIP atau UPI keempat, Prof. Dr. Drs. M. Nu'man Somantri MSc; Letjen TNI Dr. H. Mashudi; Letjen TNI Solihin Gautama Purwanegara atau Solihin GP, dan masih banyak lainnya.
Bagaimana upaya Lembaga Pendidikan Paguyuban Pasundan dalam membentuk pendidikan berjenjang di Jawa Barat?
Pada tahun 1957, Ketua Umum Paguyuban Pasundan saat itu bertemu dan menyampaikan kepada Menteri PTIP atau kini Menteri Pendidikan saat itu, Ir. Mohammad Yamin, mengatakan bahwa Paguyuban Pasundan akan membentuk kepanitiaan pendirian Universitas Padjadjaran (Unpad), yang kemudian dilanjutkan dengan pendirian Universitas Pasundan (Unpas) pada 1960. Itulah jawaban dari misi Paguyuban Pasundan dalam memerangi kebodohan dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, yang hingga saat ini berjumlah 118 sekolah dan empat perguruan tinggi. Bahkan kini, Universitas Pasundan meraih pemeringkatan yang baik di Indonesia, dengan menempati posisi ke-31 dari 4.700 PTN/PTS se-Indonesia.
Apa target dan upaya yang akan diusung oleh Lembaga Pendidikan Paguyuban Pasundan dalam rangka terus melahirkan sumber daya manusia dan mengembalikan kejayaan pendidikan Pasundan saat ini?
Salah satu upaya yang sedang kami lakukan adalah meningkatkan mutu kualitas sumber daya manusia di Fakultas Kedokteran Unpas agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat dan Indonesia, serta dapat bersaing dengan fakultas kedokteran di berbagai peguruan tinggi lainnya di Tanah Air. Bahkan, dalam hal mutu layanan pendidikan di tingkat dasar dan menengah, lahir berbagai prestasi dan sekolah unggulan dengan rata-rata Akreditasi A di berbagai jenjang pendidikan di Jawa Barat. Hal itu ingin kami wujudkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-umum-pengurus-besar-paguyuban-pasundan-prof-dr-hm-didi-turmudzi-msi.jpg)