Pengungsi Rohingya
Malaysia Akan Kirim Pengungsi Rohingya ke Laut
MALAYSIA dilaporkan akan mengembalikan sekitar 30 pengungsi Rohingya ke tengah laut jika kapal mereka selesai diperbaiki
MALAYSIA dilaporkan akan mengembalikan sekitar 30 pengungsi Rohingya ke tengah laut jika kapal mereka selesai diperbaiki. Negeri "Jiran", yang mwayoritas warganya adalah umat Islam, menjadi destinasi favorit etnis yang mengungsi dari persekusi di Myanmar. Namun, Malaysia menyatakan mereka tidak akan lagi menampung Rohingya sebagai kontrol ketat guna mencegah virus korona.
Malaysia dilaporkan meminta Banglades untuk mengambil 269 pengungsi, yang ditahan pada 8 Juni. Tapi, permintaan itu ditolak. Kini, Malaysia disebut berencana mengembalikan para pengungsi tersebut.
"Memang itu rencananya. Namun, belum ada keputusan yang dibuat," ujar dua orang pejaabt keamanan Malaysia yang tidak ingin disebutkan namanya, Minggu (21/6).
Sumber tersebut menerangkan begitu mendapat lampu hijau, kapal itu akan diisi penuh oleh air dan makanan sebelum dilepas ke tengah laut.
Menurut Reuters via Asia One, Jumat (19/6), seorang pengungsi Rohingya dilaporkan tewas Namun, kelompok pembela HAM menyatakan lebih banyak pengungsi yang tewas. Bahkan banyak dari mereka yang kelaparan karena terombang-ambing di lautan selama beberapa bulan sebelum diselamatkan oleh petugas pantai Malaysia.
Arakan Project, kelompok yang fokus kepada krisis Rohingya, meminta pemerintahan PM Muhyiddin Yassin tidak mengirim pulang para pengungsi itu.. "Ini sama dengan pemaksaan. Tidak manusiawi karena mereka ada yang tewas sebelum diselamatkan," kata Chris Lewa, Direktur Arakan.***