Selasa, 2 Juni 2026

Wabah Virus Corona

Covid-19 Kembali Meningkat Cepat, Ada Klaster Baru di Beijing, WHO Ingatkan Fase Baru dan Berbahaya

WHO : saat ini wabah virus corona yang menyebabkan munculnya penyakit Covid-19 kembali meningkat cepat dan telah berada di tingkat fase baru bahaya

Tayang:
Editor: Dedy Herdiana
istimewa
ILUSTRASI: Proses pemakaman PDP Corona atau Covid-19 di Kabupaten Sukabumi. Kini 

TRIBUNJABAR.ID - Badan Kesehatan Dunia ( WHO) memperingatkan bahwa saat ini wabah virus corona yang menyebabkan munculnya penyakit Covid-19 kembali meningkat cepat dan telah berada di tingkat fase yang baru dan berbahaya.

Dilansir dari Kompas.com, lebih dari 150.000 kasus infeksi baru virus corona dilaporkan ke badan kesehatan global itu pada Kamis lalu, menurut NZ Herald.

Angka tertinggi yang terjadi dalam satu hari sejauh ini, menurut Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Konferensi Pers di Jenewa, Jumat (20/6/2020).

VIDEO MASIH TINGGI, Update Data Virus Corona di Jabar Jumat 19 Juni, Kasus Positif Bertambah

Seorang ASN Terkonfirmasi Positif, Akumulasi Kasus Positif Corona di Kota Tasikmalaya Jadi 50 Orang

Gerhana Matahari Cincin di Bandung Hanya Bisa dilihat Secara Live Streaming, Berikut Caranya

"Hampir separuh dari kasus-kasus yang dilaporkan berasal dari Amerika, dengan angka tinggi yang juga dilaporkan dari Asia Selatan dan Timur Tengah," ujar Tedros.

Tedros juga mengatakan bahwa dunia saat ini tengah memasuki fase baru dan berbahaya di mana banyak orang disarankan untuk tetap lebih banyak di rumah.

"Banyak negara sangat bersemangat untuk kembali membuka masyarakat dan ekonomi mereka. Namun virus ini masih menyebar dengan cepat, masih mematikan dan kebanyakan orang masih sangat rentan," ujarnya.

Virus corona di Beijing kemungkinan 'diimpor'

Menurut Dr Michael Ryan dari WHO, virus corona di Beijing saat ini kemungkinan diimpor.

Data genom yang diterbitkan oleh China pada Jumat menunjukkan bahwa virus berbagi beberapa kesamaan dengan galur virus yang ada di Eropa.

Namun, bukan berarti menurut Ryan, virus itu diimpor dari Eropa.

"Ketika kita berbicara tentang galur virus di Eropa, kita harus berhati-hati," katanya.

"Ada berbagai galur yang beredar, tetapi jujur saja, galur virus telah berpindah di seluruh dunia. Misalnya jika Anda pergi ke New York, banyak virus yang beredar di New York berasal dari Eropa. Bahkan tempat-tempat seperti Jepang telah mengimpor ulang kasus-kasus infeksi dari Eropa."

Meski begitu, Ryan mengatakan bahwa bukan berarti Eropa adalah asal mula penyakit Covid-19.

"Maksudnya, kemungkinan besar penyakit itu diimpor dari luar Beijing," ujar Ryan.

Ada Kluster Baru di Beijing, WHO: Semua Negara Harus Waspada

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved