Minggu, 12 April 2026

Cara Paling Aman Mengamati Gerhana Matahari Cincin, Bisa Gunakan Benda-benda Ini

Gerhana matahari cincin (GMC) bakal terjadi pada 21 Juni 2020. Adapun gerhana matahari itu dapat diamati

Editor: Widia Lestari
Pixabay
ilustrasi gerhana matahari cincin 

TRIBUNJABAR.ID - Gerhana matahari cincin (GMC) bakal terjadi pada 21 Juni 2020. Adapun gerhana matahari itu dapat diamati di beberapa wilayah Indonesia.

Namun, fenomena GMC itu hanya terlihat sekitar 20 persen saja.

Bagi Anda yang mengamati GMC tersebut, ada beberapa tips yang mesti dilakukan.

Pasalnya, menatap matahari langsung tanpa pelindung dapat membahayakan retina mata dalam waktu sesaat.

Berikut tips aman melihat gerhana matahari cincin, versi Dosen Ilmu Falak pada Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Tgk Ismail SSy MA, dikutip TribunJabar.id dari Serambinews.com:

1. Menggunakan teleskop yang telah dilindungi dengan filter matahari.

Perlu diingat, walau telah dilindungi dengan filter matahari tetap jangan berlama-lama menatap matahari, hindari jangan sampai lebih dari tiga menit.

Usahakan setelah melihat matahari dalam durasi tiga menit untuk melihat medan pandang yang hijau atau ke arah lain agar mata merasa stabil kembali.

2. Menggunakan kacamata matahari. Kacamata ini terbuat khusus untuk mengamati matahari.

Untuk mendapatkan kacamata matahari tentunya sedikit sulit, namun dengan sistem jual beli online tentu kesulitan tersebut bisa teratasi.

3. Menggunakan kaca las nomor 14. Kaca las ini tergolong mudah didapatkan dan pastinya harga juga terjangkau.

Gunakan kaca las tersebut menutupi kedua mata selama pengamatan gerhana, jangan pernah dilepaskan saat masih menatap matahari walau sesaat. 

 21 Juni 2020 Ada Gerhana Matahari Cincin, Ini Tata Cara Sholat Gerhana

Penjelasan Ahli

Menurut Peneliti dari Pusat Sains Antariksa (Pusainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Emmanuel Sungging Mumpungi, GMC tidak akan terlihat secara penuh di Indonesia.

"Kalau melihat peta (terjadinya GMC), wilayah Indonesia hanya sekitar 20 persen parsial," kata Sungging, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/6/2020).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved