Al-Ittifaq, Pondok Pesantren yang Tak Hanya Fokus di Agama Tapi Juga Sejahterakan Umat

Pondok Pesantren Al-Ittifaq yang berada di Rancabali, Kabupaten Bandung, tak hanya bergerak dalam pendidikan agama Islam.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Fuad Affandi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pondok Pesantren Al-Ittifaq yang berada di Rancabali, Kabupaten Bandung, tak hanya bergerak dalam pendidikan agama Islam. Lebih dari itu juga menggerakkan roda ekonomi di sektor pertanian agrikultur, peternakan, dan perikanan.

Minggu (21/6/2020), pondok pesantren itu dikunjungi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; dan Bupati Bandung, Dadang M Naser.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Fuad Affandi, mengatakan kedatangan menetri, gubernur, dan bupati tersebut memotivasi untuk kemajuan.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (kedua dari kiri), bersama Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dan Bupati Bandung, Dadang M Naser, saat memanen jeruk di Pondok Pesantren Al-Ittifaq, di Rancabali, Kabupaten Bandung, Minggu (21/6/2020).
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (kedua dari kiri), bersama Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dan Bupati Bandung, Dadang M Naser, saat memanen jeruk di Pondok Pesantren Al-Ittifaq, di Rancabali, Kabupaten Bandung, Minggu (21/6/2020). (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

"Di antaranya disiplin yang tinggi, mau kerja keras, memperlihatkan etos kerja. Satu lagi menghargai teknologi. Itu sangat membantu," ujar Fuad, Minggu (21/5/2020).

Selain perkebunan, di Pondok Pesantren Al-Ittifaq juga terdapat peternakan domba.

Menurut Fuad, peternakan domba tersebut menjadi ekosistem.

Sayuran yang dihasilkan Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Rancabali, Kabupaten Bandung.
Sayuran yang dihasilkan Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Rancabali, Kabupaten Bandung. (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

"Di sini kan, produksi sayur-mayur itu pasti ada limbahnya, jadi tidak dibuang, tapi diberikan ke domba. Jadi makanan manusia dimakan domba, jadi cepat (besar), jadi gemuk," kata Fuad.

Fuad mengungkapkan, sayuran yang bagus akan dijualnya ke supermarket dan dengan adanya domba juga jadi ada kontrol sosial.

"Kalau dombanya mati (diberi sayuran itu) apalagi dimakan manusia," ujarnya seraya tersenyum.

Kini, kata Fuad, yang akan diperkuat di tanaman obat-obatan.

Ramalan Zodiak Besok 22 Juni 2020, Sagitarius: Kamu Akan Terjebak

"Seperti sereh, kunyit, dan temulawak. Tadinya enggak laku sekarang laku," katanya.

Terekam CCTV, Pencuri Sikat Sepeda Motor dan Helmnya di Gang Bukit Hegar

Menurut Fuad, pesantren tersebut sudah mendirikan koperasi sejak 1996 dan sudah berbentuk badan hukum.

Mayat Tanpa Identitas yang Sudah Membusuk Ditemukan Warga Saat Hendak Memburu Landak

"Ini dikelola santri dan masyarakat. Jalurnya menyejahterakan umat melalui pondok pesantren," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved