Virus Corona di Jabar
3 Pasien Covid-19 Terbaru di Indramayu Akui Tanpa Gejala, Tapi Hasil Tes Swab Positif Virus Corona
Sebanyak dua orang tenaga kesehatan dan seorang karyawan swasta di Kabupaten Indramayu terkonfirmasi positif Covid-19.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sebanyak dua orang tenaga kesehatan dan seorang karyawan swasta di Kabupaten Indramayu terkonfirmasi positif Covid-19.
Terkonfirmasinya positif virus corona ketiga orang itu diumumkan pemerintah daerah pada Sabtu (20/6/2020).
Mereka adalah laki-laki berinisial OTU (26) warga Kecamatan Cikedung sekaligus tenaga kesehatan di Puskesmas Lohbener, perempuan berinisial K (44) warga Kecamatan Lelea sekaligus tenaga kesehatan di Puskesmas Tugu.
Pasien terkonfirmasi Covid-19 terbaru lainnya adalah laki-laki berinisial W (46) seorang karyawan swasta warga Kecamatan Karangampel.
• Kasus Covid-19 di Indramayu Naik Lagi, Sehari Muncul 3 Pasien Baru, 2 di Antaranya Tenaga Kesehatan
• Jubir Menko Kemaritiman Bicara Soal Foto Dugaan Kapal Karam di Laut Sukabumi yang Ada di Google Maps
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, dari ketiga kasus tersebut dapat disimpulkan ketiganya adalah orang tanpa gejala (OTG) atau tertular oleh OTG.
"Ketiga kasus tersebut semuanya adalah OTG," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Minggu (21/6/2020).
Deden Bonni Koswara menjelaskan, setelah melakukan tracking tidak ditemukan riwayat perjalanan ke daerah episentrum dari ketiga pasien baru tersebut.
• Covid-19 Kembali Meningkat Cepat, Ada Klaster Baru di Beijing, WHO Ingatkan Fase Baru dan Berbahaya
• BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Sejumlah Daerah di Jabar, Berikut Info Selengkapnya
Mereka juga tidak merasakan gejala apapun sebagaimana yang dialami pasien positif virus corona sebagaimana umumnya.
"Pasien tidak merasakan apapun padahal di dalam tubuhnya telah ada virus, hal ini karena imun yang cukup baik," ujar dia.
Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan pasien khususnya tenaga kesehatan itu terkonfirmasi positif virus corona telah berkontak dengan orang diluar OTG.
Misalnya, saat mereka membuka praktik sendiri tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang standar.
"Bisa jadi diluar kontak OTG atau di tempat periksa sendiri yang APD-nya tidak sesuai," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/juru-bicara-indramayu-deden-bonni-koswara.jpg)