Disdik Sebut Anggaran Rp 21 Miliar untuk Sekolah Terpaksa Ditunda dan Digeser Buat Tangani Covid-19

Pergeseran anggaran bukan hanya terjadi di Disdik, melainkan dinas lainnya untuk penanganan Covid-19.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto, 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Dinas Pendidikan Purwakarta mesti memutar otak untuk menggeser anggaran pemerintah di masa pandemi ini yang turut menghambat pembangunan infrastruktur sekolah.

Nilai anggaran secara keseluruhan yang bakal digeser sebesar Rp 21 miliar. Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto mengatakan realisasi anggaran daerah dan anggaran dari provinsi untuk pembangunan infrastruktur sekolah tahun ini terpaksa ditunda.

"Sekitar Rp 8 miliar berasal dari anggaran provinsi dan sisanya anggaran pendapatan belanja daerah Purwakarta 2020. Memang anggaran ini awalnya untuk bangun ruang kelas baru di tingkat SD dan SMP," ujarnya, Jumat (19/6/2020).

Gerhana Matahari Cincin Terjadi 21 Juni, Ini Tata Cara Melaksanakan Shalat Gerhana atau Salat Kusuf

Sekitar 20 ruang kelas baru untuk SD senilai Rp 4 miliar dan 10 ruang kelas baru tingkat SMP Rp 2 miliar. Alokasi ini, kata Purwanto, belum termasuk membangun tiga ruang kelas dan satu ruang kantor di SMPN 2 Sukasari.

"Kami punya rencana juga merehabilitasi ruang kelas sepanjang tahun ini dengan rincian sekitar Rp 2 miliar untuk 30 ruangan SD dan 14 ruangan SMP. Kalau SMPN 3 Purwakarta Rp 2 miliar khusus untuk rehab empat kelas dan tiga ruang kelas baru. Lalu, ada SDN 1 Nagritengah Rp 1 miliar untuk empat ruang kelas baru," ujarnya.

Anggaran ini, Purwanto menyebut rencananya mengganti lahan SDN Malangnengah Rp 1,2 miliar dan lahan SMP lainnya dengan total Rp 1 miliar. 

"Ya semoga warga khususnya orang tua siswa dan para guru memahami kondisi saat ini," katanya.

Hingga Kini Sudah 500 Rumah Terendam Banjir di Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya

Seperti diketahui, pergeseran anggaran bukan hanya terjadi di Disdik, melainkan dinas lainnya untuk penanganan Covid-19. Selain itu, adanya corona ini membuat kegiatan belajar mengajar pun mesti dilakukan di rumah untuk mencegah penyebaran corona. 

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved