Selasa, 12 Mei 2026

Berburu Oleh-oleh Opak Linggar Kuliner Khas Desa Linggar, Camilan Tradisional Eksis di Bandung Timur

Bagi kamu yang menuju atau melewati Jalan Raya Rancaekek -Nagreg, wajib mampir sebentar. Di sana ada oleh-oleh yang patut dicoba, yakni Opak Linggar

Tayang:
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Fasko Dehotman
Sajian Opak Linggar berbahan ketan yang diolah dengan cara dibakar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID, RANCAEKEK - Bagi kamu yang menuju atau melewati kawasan Bandung Timur, tepatnya Jalan Raya Rancaekek -Nagreg, wajib mampir sebentar.

Di sana ada banyak kedai berjejer di pinggir jalan yang menjajakan berbagai oleh-oleh camilan tradisional. Salah satunya yang patut dicoba adalah Opak Linggar.

Opak Linggar merupakan camilan khas Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek. Opak ini menggunakan bahan dasar ketan yang diolah dengan cara dibakar.

Makanan Khas Jawa Barat yang Patut Dicicipi di Bandung, Dari Nasi Goreng Kampung Hingga Opak Linggar

Satu di antara Kedai yang bergelut di jenis kuliner ini adalah Usaha Kecil Menengah (UKM) Berkah Hasanah.

Berada persis di pinggir jalan, Kedai Berkah Hasanah menjadi berkah tersendiri bagi pelancong yang melewati jalan tersebut.

Pada bagian depan kedainya, tampak camilan opak dan camilan lainnya yang dijajakan dengan rapi.

Pusat Oleh-oleh di Bandung Sepi Pembeli di Lebaran Hari Kedua, Pedagang Kue Kering Duduk Termenung

Kedai Berkah Hasanah menyediakan empat varia rasa opak ketan, yaitu original, asin, barbeque, merah manis, dan jetruk kelapa.

Tersedia juga camilan lainnya berupa kelontong cokelat, kelontong gula merah, kelontong gula pasir, seroja, dan rengginang.

Satu bungkus Opak Linggar yang berisi 50 keping dibanderol Rp 30 ribu.
Satu bungkus Opak Linggar yang berisi 50 keping dibanderol Rp 30 ribu. (Tribun Jabar/Fasko Dehotman)

Pemilik Kedai Berkah Hasanah, Nur Hasanah menuturkan, opak di kedainya merupakan usaha turun temurun yang telah dijalankan oleh keluarganya sejak tahun 1960-an.

"Opak Berkah Hasanah ini terbuat dari beras ketan yang ditanak, kemudian ditumbuk hingga halus, lalu diberi santan kelapa. Perbandingan antara beras dan air santan adalah satu banding satu yang artinya untuk satu liter beras ketan membutuhkan satu buah kelapa," ujar Nur kepada Tribun Jabar, ditemui di kedai miliknya, Jalan Rancaekek, Sukadana, Kabupaten Bandung, Selasa (16/6/2020).

Mangga Gedong Gincu Sumedang Dijual di Rusia, Berawal dari Oleh-oleh

Nur Hasanah mengaku, sajian Opak di Kedai Berkah Hasanah berbeda dengan opak di daerah-daerah lainnya.

Perbedaan ini terletak pada kualitas bahan yang digunakan. Opak tersebut, menggunakan beras ketan pilihan terbaik yang tidak bercampur dengan beras biasa.

"Bahkan tumbukan beras untuk membuat Opak Linggar ini sangat halus. Sementara opak dari daerah lain memiliki tumbukan beras yang masih kasar dan tidak menggunakan santan, melainkan hanya berupa kelapa parut," kata Nur.

Bupati Ingin Tahu Sumedang Tahan Lama, Agar Bisa Jadi Oleh-oleh yang Mendunia

Untuk bisa mendapatkan camilan ini, satu bungkus opak yang berisi 50 keping dibanderol Rp 30 ribu. Sedangkan untuk kemasan kaleng berisi 200 keping dibanderol Rp 180 ribu.

Kedai Berkah Hasanah dibuka setiap hari pada pukul 08.00 hingga 21.00.

Meski berasal dari Desa Linggar Rancaekek yang merupakan daerah dari Kabupaten Bandung, kita juga bisa menemukan pennjual Opak Linggar di Cileunyi hingga Kota Bandung.

Di Bandung, anda menjumpainya di Kawasan Terminal Leuwi Panjang dan Pasar Kosambi Bandung. (Fasko)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved