Sedikitnya 150 Anak Menjadi Korban Serangan DBD di Kota Tasikmalaya, 6 di Antaranya Meninggal
Sedikitnya 150 anak menjadi korban serangan DBD di Kota Tasikmalaya. Enam di antaranya meninggal dunia.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kasus serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya tak hanya menimpa orang dewasa, tapi juga anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan, sekitar 30 persen dari 500 kasus DBD di Kota Santri ini menimpa anak-anak.
"Sekitar 30 persen menimpa anak-anak," kata Uus, Selasa (16/6/2020).
Artinya sekitar 150 kasus dari total 500 kasus serangan DBD menimpa anak-anak.
Jumlah kasus tersebut diakumulasi sejak Januari hingga pertengahan Juni.
Yang mengenaskan, kata Uus, dari 11 pasien DBD yang meninggal dunia, 60 persen di antaranya atau sekitar 6 pasien adalah anak-anak.
"Ini harus menjadi perhatian serius warga. Jangan biarkan nyamuk serta jentiknya bisa tumbuh berkembang di sekitar permukiman kita. Lakukan langkah pencegahan dan pemberantasan mandiri, untuk menyelamatkan anak-anak kita," kata Uus.
Uus menambahkan, langkah yang bisa dilakukan pemerintah yaitu fogging kurang efektif jika dibanding dengan upaya pemberantasan nyamuk.
"Fogging hanya membunuh nyamuk yang sudah terbang. Tapi jentik yang jumlahnya banyak tidak terdampak. Makanya upaya pengurasan, penutupan serta penguburan wadah harus dilakukan. Sederhana sebenarnya upaya pencegahannya. Tinggal kemauan warga," ujar Uus.
• Tak Hanya Rusak Rumah Ibunya, FA juga Rusak Rumah Pamannya Kemarin, Gara-gara Harga Ayam Adu
• Apakah Ibu Hamil Aman Mengenakan Masker di Tengah Pandemi Corona? Begini Kata Ahlinya