Breaking News:

Ada 500 Kasus Demam Berdarah

Sebelas Orang Meninggal Akibat DBD di Kota Tasikmalaya

"Tahun lalu yang meninggal tidak sampai setengahnya dari yang sekarang".

Pixabay
gejala dan cara pencegahan demam berdarah atau DBD 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Penambahan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya mulai mengkhawatirkan karena terus bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Selasa (16/6), menyebutkan, kasus DBD sejak Januari hingga pertengahan Juni 2020 ini sudah mencapai 500 kasus.

"Sebelas orang diantaranya meninggal dunia. Tapi yang dua meninggal, masih menunggu hasil tes lab. Apakah karena turunnya trombosit keduanya akibat DBD atau penyakit lain," kata Uus.

Dibanding tahun lalu pada rentang yang sama, lanjut Uus, juga memperlihatkan kenaikan fantastis. "Tahun lalu yang meninggal tidak sampai setengahnya dari yang sekarang. Karenanya kami minta warga waspada," ujar Uus

Pasien meninggal sampai 11 orang, ujar Uus, juga perlu diwaspadai warga. Upaya yang bisa dilakukan dinas sendiri seperti sosialisasi dan fogging. Termasuk juga dari sisi penanggulangan, seperti perawatan dan pengobatan.

"Upaya paling penting untuk menekan atau menghindari serangan DBD adalah dari warga sendiri dan sebenarnya mudah dilakukan. Hanya saja biasanya malas," kata Uus.

Yaitu tiada lain upaya pemberantasan sarang nyamuk. Mulai dari menguras penampungan air, mengubur barang bekas serta menutup wadah tempat air.

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Adityas Annas Azhari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved