Kota Tasikmalaya Terancam KLB DBD di Tengah Pandemi Covid-19, Kadinkes Lakukan Ini untuk Antisipasi
Jika kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus meningkat, dikhawatirkan berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) DBD.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Jika kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus meningkat, dikhawatirkan berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) DBD.
Padahal Kota Tasikmalaya saat ini tengah berupaya menekan angka kasus Covid-19 yang telah banyak menguras tenaga, fikiran dan dana.
"Pontensi menjadi KLB sangat mungkin, jika kasus DBD ini terus meningkat. Karena itu kami minta warga waspada," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Selasa (16/6/2020).
• Kasus DBD di KotaTasikmalaya Terus Bertambah, Januari-Juni Ada 500 Kasus, Meninggal 11 Orang
Seperti diketahui, kasus DBD terus meningkat sejak Januari hingga Juni ini. Pihak Dinkes sudah mencatat ada 500 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 11 orang.
"Artinya setiap bulan ada penambahan lebih dari 80 kasus DBD dengan jumlah meninggal hampir dua orang," ujar Uus.
Jika kasus DBD terus meningkat dan akhirnya dinyatakan KLB, menurut Uus, sudah tentu akan merepotkan semua pihak di tengah berbagai lini pemerintahan tengah memerangi Covid-19.
"Makanya kami berharap warga siaga mandiri mencegah DBD meraja lela. Upayany pun sebenarnya mudah saja, yaitu menguras bak, menutup wadah air serta mengubur barang bekas," kata Uus.
• Meski Terasa Geli di Hidung, Swab Test di Toserba Asia Kota Tasikmalaya Disambut Antusias Warga
Yang terjadi sekarang, warga malah malas melakukan tiga kegiatan tersebut. Akhirnya nyamuk DBD lelusa gentangan mencari mangsa untuk mengisap darah, sekaligu menyebarkan virus DBD.
"Karenanya kami minta warga waspada. Selain harus menerapkan protokol kesehatan cegah Covid-19, juga lakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk," ujar Uus. (firman suryaman)