Breaking News:

Warga di Garut Ini Kesal Jadi Bahan Cemoohan Akibat Karantina Mandiri yang Terlalu Lama

Warga di Kampung Baeud, Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut mengaku geram

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ichsan
tribunjabar/firman wijaksana
Gubernur Jabar Sasar Satu Kampung di Selaawi Garut untuk Swab Test Massal 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Warga di Kampung Baeud, Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut mengaku geram dengan cemoohan warga lain selama menjalani karantina.

Tak heran, dari target 1.000 orang yang swab test, baru 250 orang yang diperiksa hingga Kamis (11/6/2020) sore.

Warga khawatir, jika ada yang kembali positif maka karantina akan diperpanjang. Namun tak semua menolak. Tes massal itu diadakan di dua lokasi yakni Kantor Desa Samida dan SDN 1 Samida.

Aus Komaria (58), jadi salah seorang yang ikut menjalani tes. Ia mengaku lebih lega setelah menjalani tes.

Persib Bandung Tetap Ingin Pakai Stadion GBLA sebagai Markasnya, Teddy : Nanti Kita Lihat

"Lebih tenang setelah dites. Biar enggak ada anggapan jelek juga ke saya dari yang lain," ujar Aus, Kamis (11/6/2020).

Aus berharap karantina mandiri dapat segera diakhiri. Sebab, selama karantina warga tak bisa beraktivitas. Ia pun hanya bisa diam di rumah menjaga warung miliknya.

"Sudah capek, mau seperti biasa saja. Walau dapat bantuan, tapi sudah kesal diam di rumah terus," katanya.

Ode Hermawan (43) warga lainnya mengatakan, selama karantina mandiri warga masih bisa beraktivitas, tapi hanya di sekitar kampung. Beberapa warga masih berkebun, tapi lebih banyak yang tidak bekerja.

Bunga Matahari Bermekaran di Masjid Tajug Gede Cilodong Purwakarta, Menandai Kehidupan Baru

"Tes massal ini kita menyambut. Tapi kami kesal dengan anggapan dari masyarakat luar kampung. Mental agak terganggu dengan omongan warga lain," ujar Ode.

Ia mengaku banyak mendengar pandangan negatif dari masyarakat sekitar kepada warga Kampung Baeud. Seolah-olah warga kampungnya membawa sesuatu yang negatif.

"Kadang suka menghindar dan mencemooh kalau ketemu warga di sini. Saya kan punya anak, kalau anak saya digituin juga kesal," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved