SPP SMA/SMK Gratis di Jabar Mulai Bulan Juli 2020, Dananya Sudah Dianggarkan

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Wahyu Mijaya, mengatakan mulai Juli 2020, kebijakan penggratisan

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi: SPP SMA dan SMK gartis di Jabar tahun 2020 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Wahyu Mijaya, mengatakan mulai Juli 2020, kebijakan penggratisan iuran bulanan (SPP) peserta didik mulai diberlakukan.

Hal ini dilancarkan karena anggarannya memang sudah dialokasikan walaupun ada upaya penanggulangan Covid-19.

"Anggarannya kan sudah ada. Untuk swasta juga kami alokasikan, tapi nilainya memang tak besar," katanya melalui ponsel, Senin (8/6/2020).

Terkait nilai bantuan, menurut Wahyu, uang bantuan di sekolah negeri jumlahnya berbeda-beda tergantung jumlah rombongan belajar (rombel). Di SMA, nilainya Rp 145 ribu per orang per bulan hingga 165 ribu per orang perbulan. Sedangkan SMK, nilai 150 sampai 170 ribu per orang per bulan.

"Kalau Rombelnya besar, dapatnya kecil. Kalau Rombelnya kecil, dapatnya besar. Untuk swasta, BPMU (bantuan pendidikan menengah universal) per orang Rp 550 ribu per orang pertahun," katanya.

Honda Beat Senggol Honda Brio, Pemotor Beat Masuk Kolong Truk, Tewas Terlindas Roda Belakang

Sebelumnya, Pemprov Jabar, sudah mengalokasikan anggaran Rp 1,4 triliun untuk membebaskan iuran bulanan peserta didik (IBPD) SPP gratis SMA sederajat tahun depan.

Pada Penerimaan Peserta Didik Baru kali ini, katanya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan kuota dua persen bangku di sekolah negeri untuk putra atau putri para tenaga kesehatan yang menangani kasus Covid-19.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dewi Sartika, istilah yang digunakan adalah gratis iruan bulanan untuk sekolah negeri SMA/SMK/MA/SLB mulai Juli 2020.

"Nah nilai anggarannya itu Rp 717 miliar untuk 6 bulan. Jadi kalau satu tahun kan dua kalinya atau sekitar Rp 1,4 triliun," ujar Dewi.

Dewi mengatakan jumlah sekolah yang iuran bulannya di gratiskan di Jabar ada 835 sekolah SMA sederajat termasuk SLB. Jumlah siswanya, sekitar 759 ribu orang.

Anggaran untuk iuran bulanan gratis ini, katanya, akan langsung masuk ke rekening sekolah. Besarannya per siswa sekitar Rp 140 ribu sampai Rp 190 ribu per orang tergantung cluster sekolahnya.

Segarnya Mencicipi Mango Prawn Salad, Yuk Coba Bikin di Rumah

Namun, kata dia, kalau ternyata ada sekolah yang biasanya memungut iuran bulanan lebih dari angka Rp 140 sampai Rp 190 ribu, akan dilihat dulu kekurangannya sekolahnya.

"Kami ingin menggartiskan iuran bulannya. Memang kan tergantung kebutuhan sekolahnya. Nah kalau ada yang kurang akan kami evaluasi nanti.

Untuk SMA sederajat swasta, menurut Dewi akan menerima bantuan pendidikan universal. Besarannya, setiap siswa akan ditambah. Yakni, tadinya Rp 500 ribu jadi Rp 550 ribu untuk peserta didik SMA sederajat swasta di Jabar bahkan teemasuk MA.

"Total anggaran bantuan untuk yang swasta kami alokasikan Rp 680 miliar. Dana tersebut, diberikan untuk satu tahun dimulai awal tahun," katanya.

Selain itu, kata dia, ada lagi bantuan untuk peserta didik PPDB yang datang dari keluarga ekonomi tak mampu. Mereka yang bersekolah di swasta akan memperoleh bantuan Rp 2 juta. Bantuan ini khusus untuk siswa ekonomi miskin yang sekolah di sekolah swasta

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved