Breaking News:

IRT di Cianjur Dibakar

Karma, Pelaku Pembakar Kakak di Cianjur Diisolasi di RSUD Sayang, Jadi PDP Covid-19 dari Uji Klinis

Pelaku pembakar kakaknya di Cianjur masuk ruang isolasi. Jadi PDP Covid-19.

Istimewa/Polres Cianjur
Pelaku pembakaran terhadap kakaknya diancam penjara 15 tahun. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - UA (30) pria bertato yang membakar kakaknya sendiri, Leti Julaeti (35), dikabarkan masuk ruang isolasi RSUD Sayang Cianjur.

Hal itu dikatakan Humas RSUD Sayang Cianjur, Diana Wulandara, Senin (8/6/2020).

"Iya masuk ruang isolasi, perihal reaktif hasil rapid test harus komunikasi dengan dokter yang menanganinya," ujar Diana melalui sambungan telepon.

Diana mengatakan pihaknya juga sudah mengontak krisis center mengabari pemindahan pasien terduga pelaku pembakar kakaknya tersebut.

Juru bicara gugus Covid-19 Cianjur, dr Yusman Faisal, membenarkan jika terduga pelaku pembakar sang kakak tersebut sudah masuk ruang isolasi.

"Ditetapkan sebagai pasien dengan pengawasan (PDP) berdasarkan hasil uji klinis," kata Yusman.

Uji klinis yang dilakukan medis dengan melakukan rontgen dan serangkaian tes klinis lainnya.

"Untuk tes selanjutnya kami akan laporkan lagi," kata Yusman.

Diberitakan sebelumnya, Leti Julaeti (35), seorang ibu rumah tangga, warga Jalan KH Asnawi, Gang Bungsu, RT 01/13, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, disiram bensin dan dibakar tersangka UA (30), Sabtu (6/6/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

UA yang diketahui beralamat di Jalan Barisan Banteng tak jauh dari rumah korban, nekat membakar Leti yang sedang duduk santai bersama suaminya, Ade Saepuloh (45), karena kesal meminta uang tak diberi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved