Breaking News:

Narkoba

VIDEO-Magic Barong, Lebih Gila dari Tembakau Gorila 10 Kali Lipat, Bisa Bikin Mata Buta hingga Tewas

Anggota Satresnarkoba Polres Cimahi menangkap dua orang pria yang memproduksi dan mengedarkan tembakau sintetis jenis baru yang...

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Satuan Reserse Narkoba (Sat Res narkoba) Polres Cimahi menangkap dua orang tersangka yang memproduksi dan mengedarkan tembaku sintetis yang berbahaya.

Penangkapan pertama dilakan pada Minggu, 31 Mei 2020 pukul 01.00 WIB di Jl Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Awal penangkapan dikarenakan patroli cyber Polres Cimahi melihat ada media sosial Instagram yang terlihat melakukan penjualan tembakau gorilla.

" Tersangka yang pertama kali ditangkap ialah PS (20) du Cimahi, Satuan Res Narkoba Polres Cimahi yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP Andry Alam, melakukan pengembangan dan menggerebek satu rumah kontrakan yang dijadikan gudang produksi tembakau sintetis di kawasan Cibaduyut," kata Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki di lokasi penangkapan yang ada di kawasan Cibaduyut, Kota Bandung, Senin (01/6/2020) malam.  

Tiba di lokasi penangkapan, Kapolres Cimahi, Wakapolres Cimahi, Kasat Res Narkoba, dan Kabag Ops Polres Cimahi, secara langsung menggerebek kamar kontrakan tersangka yang dijadikan tempat produksi barang terlarang tersebut.

Saat ditangkap, tersangka DS tidak melakukan perlawanan. Pengintaian terhadap kedua tersangka tersebut sudah dilakukan selama satu minggu dengan berbagai cara penyamaran.

Tersangka PS memproduksi sendiri tembakau sintetis tersebut dan mengemas ulang menjadi merk "Banana Candy, Nataradja Dance Shiva, dan Bali Indonesia". Peredaran dilakukan menggunakan akun instagram dan menggunakan metode "Cash On Delivery (COD) "dengan pembeli.

Modus operandinya, PS mendapat bantuan modal uang dan bahan baku berupa bibit narkotika (synthetic cannabinoid) yang juga diperoleh dari akun instagram @cogods. Harga bibit tersebut mencapai Rp 16, 5 juta per 10 gram dari DS.

"Tidak hanya itu, DS juga turut membantu mempromosikan penjualan narkotika tersebut. Setiap memproduksi, kedua tersangka ini mendapat keuntungan kotor senilai Rp 175 juta," kata Yoris. 

Kasat Res Narkoba Polres Cimahi AKP Andry Alam menambahkan, bahwa setiap 1 gram bibit narkotika, bisa menghasilkan 50 gram tembakau sintetis dan harga jualnya per 5 gram sekira Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved