Minggu, 3 Mei 2026

Konsumen Jasa Penitipan Kucing Datangnya dari Berbagai Kalangan, Terutama Cat Lovers

Konsumen jasa penitipan kucing datang dari berbagai kalangan. Terutama cat lovers.

Tayang:
Editor: Januar Pribadi Hamel
Istimewa
Pelanggan di Happy Cat House di Jalan Palem. 

TRIBUNJABAR.ID - Konsumen jasa penitipan kucing datang dari berbagai kalangan. Terutama cat lovers.

Biasanya mereka yang mempunyai kucing tapi tak memiliki waktu cukup untuk mengurus kucing-kucingnya.

Menurut Arist, pemilik jasa penitipan kucing di Punclut, mereka yang menitipkan kucing-kucingnya adalah pemiliki kucing yang memiliki kesibukan.

Seperti yang kuliah, tugas keluar kota, menikah, pulang kampung, program hamil, liburan, atau yang lainnya.

"Biasanya dari kalangan yang punya lebih, atau cat lovers, mahasiswa, dosen, guru, pegawai, TNI, polisi, dan pengusaha," kata Arist kepada Tribun, Selasa (19/5/2020).

Adapun kucing-kucing yang biasa dititipkan adalah kucing pasca-steril atau kebiri, pasca-vaksin, atau karena tidak bisa merawat.

Pondok Kucing di Lembang
Pondok Kucing di Lembang (Istimewa)

Untuk mengurus kucing-kucing tersebut, Artist mempekerjakan karyawan jika diperlukan.

Mengurus kucing konsumen itu, kata Artist tidak mudah. Karyawan-karyawan itu oleh Arist dipandu selalu diberi pengarahan terlebih dahulu.

"Buat karyawan tidak ada pendidikan formal, kecuali grooming, sekarang sudah ada media sosial, jadi lebih mudah untuk tutorial sendiri," katanya.

Di Happy Cat House masa penitipan tergantung dari pemilik kucingnya.
Menurut pemiliknya, Tiara (25), paling lama ada yang menitipkan kucingnya hingga dua tahun.

Biasanya, kata Tiara, konsumen menitipan kucing karena keluar kota, sedang sibuk sama kerjaan, jadi ketimbang tidak terurus dititipkan ke jasa penitipan.

"Kalau yang menitipkan datangnya dari berbagai kalangan, dari yang muda sampai yang tua.

Kebanyakan, sih, mahasiswa dan pegawai kantoran yang harus keluar kota," kata Tiara.

Happy Cat House di Jalan Palem I
Happy Cat House di Jalan Palem I (Istimewa)

Tiara mengaku mempekerjakan karyawan untuk mengurus kucing-kucing titipan konsumen.

Namun Allamand, penitipan kucing di Taman Kopo Indah, tidak memiliki karyawan untuk mengurus kucing.

Menurut pemiliknya, Nia, sekarang dia dibantu saudaranya.

"Sering juga saya yang handle. Atur-atur waktu saja," katanya.

Untung Rugi Bisnis Penitipan Kucing, Ternyata Harus Siap Mental

TAK hanya materi yang dicari para pejual jasa penitipan kucing. Ada sesuatu yang memuaskan mereka, sehingga kadang tidak memedulikan untung rugi saat menjalankan bisnis ini.

Arist (35) atau biasa disapa Marist, pemilik Pondok Kuncing di Punclut menganggap materi yang diperolehnya adalah nilai plus baginya.

Dari segi ilmu memelihara kucing, katanya, tentu saja bertambah.

Arist mengaku mulai membuka jasa ini karena suka menolong kucing jalanan.
Saat itu, dia tidak pernah berpikir memiliki usaha tersebut.

Seiring dengan waktu, dia tiba-tiba mendapatkan ide untuk mendirikan usaha jasa ini.

Pondok Kucing Lembang
Pondok Kucing Lembang (Istimewa)

"Tiba-tiba begitu saja, atas izin Allah SWT. Saya juga sebelumnya pernah usaha gagal tujuh kali dengan kerugian hampir mencapai ratusan juta," kata melalui WhatsApp, Selasa (19/5/2020).

Arist mengaku penghasilannya dari jasa penitipan kucing bisa mencapat Rp 2-3 juta per bulan.

Pada saat tertentu penghasilannya itu bisa naik beberapa kali lipat.

"Biasanya saat Lebaran, Tahun Baru, dan libur sekolah meningkat berkali lipat," kata Arist.

Tiara (25), pemilik Happy Cat House di Jalan Palem I, mengaku usaha yang digelutinya ini menguntungkan. Tapi, katanya, belum menjanjikan keuntungan yang besar kalau cuma mengandalkan dari penitipan saja.

"Apalagi penitipan Happy Cat House ini masuknya masih penitipan kucing rumahan dengan skala kecil dan terbatas.

Omzet enggak menentu, tapi alhamdulillah tercukupi semua kebutuhan dan tertutup untuk keperluan," kata Tiara melalui WhatsApp, Rabu (20/5/2020).

Namun, kata Tiara, kalau lagi sepi, biasanya sepi banget, penghasilnnya cuma cukup buat keperluan penitipan.

"Rata-rata bersih Rp 2 juta ada," katanya.

Arist Pemilik Pondok Kucing di Punclut
Arist Pemilik Pondok Kucing di Punclut (Istimewa)

Tiara sudah membuka jasa penitipan kucing sejak 2014. Pada saat itu, katanya, dia sudah mempunyai kucing.

"Kebetulan saya itu ngontrak dan satu kamar kosong jadi iseng pasang iklan dan ternyata ada yang minat buat nitipin kucingnya jadi terus berlanjut," katanya.

Tiara bercerita pengalamannya saat menitipkan kucing ke jasa penitipan yang ternyata harganya lumayan.

Makanya, kata Tiara, dia mendapatkan ide untuk membuat jasa penitipan kucing harga mahasiswa.

Pemilik Allamand Cattery di Taman Kopo Indah, Margaasih, Kabupaten Bandung, Nia (35), mengatakan untuk perusahaan jasa yang dimilikinya cukup menguntungkan.

Allamand Cattery juga membuka adopsi kucing. Untuk penghasilan adopsi kucing, kata Nia, sulit dihitung per bulan, biasanya adopsi satu bulan satu orang.

Biayanya untuk adopsi kucing Ped bisa mencapai Rp 10-15 juta.

Untung Rugi Bisnis Penitipan Kucing, Ternyata Pemiliknya Harus Kuat Mental

Cara Pemilik Jasa Penitipan Kucing Memanjakan Peliharaan Konsumennya, Grooming Hingga Potong kuku

Pemilik Jasa Penitipan Kucing Ikut Stres Ketika Melihat Kucing Stres dan Sakit

Jasa adopsi kucing Allamand Cattery bersertifikat (Cat Fanciers' Association) CFA.

CFA adalah adalah organisasi pecinta kucing yang didirikan di Amerika Serikat pada 1906 dan merupakan organisasi pendaftaran kucing terbesar di dunia dan asosiasi pendaftaran kucing yang dominan di Amerika Utara.

Menurut Nia, untuk membuka jasa penitipan kucing, mentalnya harus dipersiapkan. Harus sayang kucing, katanya. Dan jangan dilupakan pengetahuan cara mengurus kucing dan juga harus paham ras kucing.

Sebenarnya, kata Nia, awal buka usaha jasa penitipan kucing adalah jasa adopsi kucing ras Mainecoon, Scottish Fold, dan Scottish Straight.

Namun, katanya, karena beberapa orang suka menanyakannya akahirnya membuka juga jasa penitipan kucing. (januar ph)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved