Hadapi New Normal, Ini yang Dilakukan Pengusaha Kuliner Ayam Geprek Dapur GG
Sempat mengalami penurunan pembeli saat virus corona muncul di Indonesia, pemilik usaha ayam geprek, Dapur GG, menceritakan jatuh bangun usahanya
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menghadapi era new normal berbagai industri mulai memiliki harapan untuk bangkit dan memulai kembali usahanya.
Setelah hampir kurang lebih 3 bulan berbagai industri mengalami mati suri, adanya aturan new normal seakan memberikan udara segar.
Sempat mengalami penurunan pembeli saat virus corona muncul di Indonesia, pemilik usaha ayam geprek, Dapur GG, Adhitya Citra menceritakan jatuh bangun usahanya.
• Ini Pesan Ketua DPRD Kota Bandung Terkait Kebijakan PSBB Proporsional bagi Masyarakat
"Waktu awal penjualan turun hingga 70% dan alhamdulillah sekarang penjualan sudah mulai naik lagi menjadi 60%," ujar Adhitya saat dihubungi Tribun Jabar, Senin (1/6/2020).
Menghadapi masa new normal, Adhit menjelaskan sebagai pengusaha di bidang kuliner ia harus beradaptasi dengan keadaan yang ada.
Apalagi ia tidak tahu sampai kapan virus corona ini akan bertahan.
"Iya sebagai pengusaha kita harus mikir keras harus ngapain, akhirnya terpikir untuk nambahin menu baru yaitu frozen food," ujarnya.
Namun di tengah pandemi saat ini tak bisa dipungkiri jika persaingan semakin ketat.
Adhit melihat saat ini semua orang beralih menjual makanan online.
"Orang yang awalnya nggak jualan online jadi jualan dan makin banyak. Makanya cari produk jualan yang memang belum ada," ujarnya.
• 10 Provinsi dengan Jumlah Kasus Positif Corona Terbanyak dan Paling Sedikit, Jabar di Urutan 3
Dampak dari Covid-19 ini diakui Adhit membuat dirinya harus merumahkan karyawannya sebanyak 10 orang.
Namun setelah keadaan mulai membaik, ia pun kembali memanggil karyawannya untuk kembali bekerja.
Hadirnya menu baru di Dapur GG justru membuka peluang baru.
Sejak seminggu dihadirkan menu frozen food berupa ayam geprek frozen, chicken skin forzen, dan chicken wings frozen dikatakan Adhit cukup menarik perhatian pembeli.
"Saya menargetkan orang kantoran, milenial dan gen Z. Apalagi mereka sekarang masih banyak yang bekerja di rumah. Adanya frozen food ini mempermudah untuk tinggal makan enak tanpa ribet," ujarnya.
Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau yaitu Rp 20.000 - Rp 30.000 saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sajian-menu-terbaru-frozen-food-dari-dapur-gg-_1.jpg)