Diskoperindagin Kota Sukabumi terus Lakukan Pendataan UMKM Terdampak Covid-19
Hingga saat ini UMKM yang terdaftar dan terdampak itu masih dalam tahap pengkajian atau klasifikasi kerugian ringan, sedang hingga berat.
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi.
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Dinas Koperasi Perdagangan UMKM dan Perindustrian (Diskoperindagin) Kota Sukabumi terus menalakukan pendataan UMKM yang terdampak akibat wabah Covid-19.
Plt Kadis Diskoperindagin Kota Sukabumi, Didin Syarifudin,m hingga saat ini UMKM yang terdampak wabah Covid-19 ada sebanyak 391.
"Yang tercatat sudah ada sebanyak 391, tetapi hingga sekarang pendataan UMKM yang terdampak tetap dilakukan, dan sewaktu-waktu jumlahnya dapat berkurang atau pun bertambah," katanya saat dihubungi, Senin, (1/6/2020).
Menurutnya, hingga saat ini UMKM yang terdaftar dan terdampak itu masih dalam tahap pengkajian atau klasifikasi kerugian ringan, sedang hingga berat.
"Untuk besaran dana yang akan diterima oleh UMKM itu hingga saat ini belum ditentukan nominalnya, karena saat ini pemkot Sukabumi lebih memfokuskan ke pemulihan Covid-19," katanya
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, UMKM terdampak Covid-19 di Kota Sukabumi akan medapat perhatian khusus berupa bantuan Pemerintah.
"Batuan itu baru akan dilakukan pada saat fase recovery atau proses pemulihan ekonomi pasca wabah virus korona," katanya
• Masjid Ini Disiram Air Keras oleh Orang Tak Dikenal, Pura-pura Semprot Disinfektan
Fahmi menyebutkan, telah menganggarkan bantuan untuk UMKM melalui Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) dari APBD. Namun, Fahmi tidak menyebutkan besaran anggaran tersebut secara rinci.
"Kita telah menyiapkan anggaran untuk penanganan covid-19 sebesar Rp.22,3 miliar yang bersember dari APBD. Anggaran sebesar itu akan difokuskan untuk tiga bidang yakni, bidang, yakni kesehatan, sosial kemasyarakatan, dan ekonomi," katanya
• Belum Ada Kontak dari Muangthong United ke Persib Bandung Terkait Febri Hariyadi