Rabu, 8 April 2026

Update WhatsApp, Instagram dan Facebook dengan Gambar Bertema Hari Lahir Pancasila, Tinggal Download

Memperingati Hari Lahir Pancasila yang ditetapkan pada 1 Juni tidak lengkap bila tidak memperlajari sejarahnya.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: taufik ismail
Kaltim.Tribunnews.com
Peringatan hari lahir Pancasila. 

TRIBUNJABAR.ID - Memperingati Hari Lahir Pancasila yang ditetapkan pada 1 Juni tidak lengkap bila tidak memperlajari sejarahnya.

Berikut sejarah singkat Pancasila sebagai dasar negara.

Donkuritsu Junbi Cosakai atau BPUPKI diresmikan pada 29 April 1945. BPUPKI bertugas menyusun persiapan kemerdekaan termasuk dasar negara.

Selama dibentuk, BPUPKI menggelar dua kali sidang, yakni 29 Mei sampai 1 Juni dan 10-17 Juli 1945.

Anggota BPUPKI berpidato mengusulkan 5 dasar asas negara.

M. Yamin merumuskan Peri Kebangsaan, Peri Kemausiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.

Lalu, Mr Soepomo menyampaikan rumusan yang diberi nama Dasar Negara Indonesia Merdeka yang berisi Persatuan, Kekeluargaan, Mufakat dan Demokrasi, Musyawarah, serta Keadilan Sosial.

Pada 1 Juni 1945, Soekarno memperkenalkan lima sila, yakni Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Usulan dari tokoh BPUPKI itu dirundingkan pada sidang Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945.

Lahirlah dasar negara yang dikenal sebagai Piagam Jakarta.

Ilustrasi Pancasila.
Ilustrasi Pancasila. (Pixabay)

Namun, bentuk dasar negara itu belum final dan masih berbunyi seperti ini.

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved