PSBB di Jabar Diperpanjang
INGAT PATUHI Protokol Kesehatan, TNI dan Polri Akan Datangi Tempat Ibadah, Mal dan Tempat Keramaian
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan 21 ribu aparat, terdiri dari 17 ribu polisi dan 4 ribu personel TNI, akan mengawal new normal
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan 21 ribu aparat, terdiri dari 17 ribu personel kepolisian dan 4 ribu personel TNI, akan mengawal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal selama 14 hari di Jawa Barat.
TNI dan Polri, katanya, sesuai arahan Presiden RI akan memastikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni jaga jarak, pemakaian masker, dan cuci tangan, tetap dilakukan selama AKB.
"Mereka akan mengawal, beliau-beliau sudah menyiapkan gugus tugas. Jadi selama AKB di 60 persen wilayah Jawa Barat, jangan kaget nanti ada Polisi dan TNI di dalam mall. TNI Polri nempel di acara sosial atau di acara ibadah, semata-mata ingin memastikan tiga hal, yaitu jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan itu terlaksana," katanya di Gedung Pakuan, Jumat (29/5/2020).
• Mulai Besok, Masjid-masjid di Indramayu Boleh Buka Meski PSBB Diperpanjang
Gubernur yang akrab disapa Emil ini memastikan juga bahwa sekitar 400 ambulans, laboratorium bergerak, dan kendaraan kesehatan lainnya akan keliling Jabar ke tempat-tempat keramaian untuk melakukan pengetesan masif.
"Ini untuk memastikan, jangan sampai AKB menghilangkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19. Nanti ambulans keliling di kawasan kerumunan yang diwaspadai. Pengetesan ke desa-desa ke kampung-kampung yang masih merah ya. Ada 1 persen desa yang masih merah dari 100 persen desa di Jawa Barat," ujarnya.
Secara umum, Emil pun berujar bahwa Jabar sudah melewati PSBB skala besar. Saat ini, Pemerintah Provinsi Jabar fokus kepada pembatasan sosial skala mikro ke desa atau kelurahan yang masih Zona Merah serta terus mengupayakan tes masif terhadap 0,6 persen populasi atau sekitar 300 ribu orang.
"Jawa Barat kurang lebih sudah melakukan pengetesan hampir 150.000. Target kami 300.000, kami berharap itu bisa kami capai dalam satu bulan ke depan seiring dengan datangnya produk-produk PCR dan rapid tes buatan lokal," tuturnya.
Kabar baiknya, katanya, produk-produk pengetesan tersebut bisa ditambah dari buatan Jawa Barat, tidak perlu impor lagi atau menunggu jatah pemerintah pusat. Contohnya Biofarma membuat alat tes PCR dan sudah tersedia alat rapid tes yang berkualitas buatan ITB dan Unpad.
"Makanya jangan kaget kalau nanti angka-angkanya kurang baik, maka kami akan melakukan PSBB pengetatan lagi. Jadi saya bilang tadi kepada Walikota dan Bupati jangan senang dulu ya, kalau tidak waspada kalau tidak bertahap, tiba-tiba yang sudah zona biru kembali ke kuning, yang kuning kembali ke merah. Maka dijaga perbatasannya, dijaga kedisiplinannya," katanya.
Sebelumnya, Emil mengatakan terdapat 60 persen atau 12 daerah Zona Kuning (Level 3) dan 40 persen atau 15 daerah Zona Biru (Level 2) seusai evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional di 27 kabupaten/kota se-Jabar.
Nantinya, 15 kabupaten/kota di Zona Biru itu diizinkan untuk menerapkan kebiasaan baru (new normal) atau di Jabar dikenal dengan sebutan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Emil berujar, keputusan Pemerintah Provinsi Jabar melakukan AKB bagi Zona Biru berdasarkan kepada pertimbangan ilmiah baik data di lapangan maupun kesiapan sistem pengendalian pandemi COVID-19 di Jabar.
"Setiap mengambil keputusan, kami harus berdasarkan data karena tidak ingin asal dan gegabah. Hari ini (29/5) angka reproduksi (Rt) sudah selama 14 hari di angka 1, bahkan dua hari terakhir di angka 0,97 juga laju ODP dan PDP turun. Dan ada sembilan indeks untuk ukur level kewaspadaan itu," ucap Emil.
Maka dalam kriteria ilmiah, zona yang masuk Level 2 Zona Biru termasuk terkendali, 60 persen yang Zona Biru inilah yang duberi izin untuk melakukan The New Normal atau yang disebut Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Selain itu, hasil evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar menunjukkan, sudah tidak ada lagi daerah di Jabar yang berada di Zona Merah atau Level 4.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gubernur-jawa-barat-ridwan-kamil-_n10.jpg)