Jumat, 17 April 2026

Update Kasus Covid-19 di Indonesia, Kasus Positif Virus Corona Bertambah Sebanyak 523 Orang

Dengan penambahan tersebut, kini total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 22.271 orang, Minggu (24/5/2020).

Editor: Yongky Yulius
DOKUMENTASI BNPB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Senin (6/4/2020). 

TRIBUNJABAR.ID - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto mengungkap penambahan kasus positif virus corona atau Covid-19 baru sebanyak 523 orang.

Dengan penambahan tersebut, kini total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 22.271 orang, Minggu (24/5/2020).

Sehingga total 5.402 orang telah dinyatakan sembuh dari virus corona yang mewabah di Indonesia.

Kemudian untuk angka kasus meninggal dunia ada penambhan sebanyak 21 orang, sehingga total yang meninggal dunia saat ini 1.372 orang.

"Sudah 404 kabupaten/kota yang terdampak di 34 provinsi. Oleh karena itu pekerjaan kita masih cukup berat, karena kami masih melakukan pemantauan di seluruh tanah air," ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (24/5/2020).

Achnad Yurianto pun mengungkap saat ini ada 42.551 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) yang tersebar diseluruh nusantara.

Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih diawasi saat ini berjumlah 11.389 orang.

"Gambaran ini yang kemudian kami sampaikan sekali lagi bahwa proses penularan masih terjadi. Masih ada orang tanpa gejala atau sumber penularan penyakit yang ada di tengah-tengah masyarakat dan masih ada masyarakat yang rentan terhadap penularan," ujarnya.

Pasien Positif Corona Diijinkan Pulang untuk Melayat Anaknya yang Meninggal, Diantar Ambulans

Ia mengatakan perilaku tak bertanggung jawab menjadi penyebab bertambahnya kasus baru positif virus corona di Indonesia dari hari ke hari.

"Saatnya kita bersama-sama untuk memahami situasi yang terjadi saat ini perlu diintervensi bersama-sama dan gotong royong terkait apa Covid-19 itu," katanya.

Achmad Yurianto kembali mengingatkan bahwa pemerintah telah menyediakan banyak informasi diberbagai kanal yang dapat diikuti masyarakat

"Ikuti, jalankan. Kita tidak akan melakukan imbauan terus," katanya

Karena strategi pemerintah sudah pasti untuk memutus rantai penularan dengan menerapkan pola hidup 'normal baru'.

"Mencuci tangan secara rutin, memakai masker, tetap di rumah, jaga jarak hindari kerumunan. Inilah strategi kita. Kita harus menghadapi bersama. Keluarga adalah basis perubahan secara mendasar," ujarnya.

Masyarakat Wajib Menggunakan Masker Kain Saat Keluar Rumah

Pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat untuk menggunakan masker kain saat berada di luar rumah.

Anjuran ini merujuk pada rekomendasi WHO terkait pencegahan penularan virus corona.

"Mulai hari ini, sesuai dengan rekomendasi WHO, kita jalankan masker untuk semua."

"Semua harus menggunakan masker," kata Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang diunggah kanal Youtube BNPB, Minggu (5/3/2020).

Niat dan Tata Cara Sholat Ied atau Idul Fitri Sendirian atau Berjamaah di Rumah Saat Pandemi Corona

Yuri menegaskan, masker yang dianjurkan untuk dipakai oleh masyarakat umum adalah jenis masker kain.

Sementara masker bedah dan masker N95 hanya digunakan oleh petugas medis.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved