Dakwah Salat Id
Mengambil Hikmah dari Tragedi Pandemik Covid-19
Setelah sebulan ditempa di Bulan Ramadan, seharusnya kaum muslimin memiliki keimanan yang makin kuat untuk melawan pandemik covid-19.
Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Oktora Veriawan
HM. Rafani Akhyar.
Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat.
Menjalani ibadah puasa tahun ini (1441/2020) bagi kebanyakan umat muslim di dunia mungkin merupakan pengalaman baru karena berjalan di tengah gempuran wabah corona atau yang biasa disebut Covid-19.
Virus ini oleh para ahli digolongkan dengan kode H.1 N.1 ( Hemangglutinin - Neuraminidase ) Yang bisa menyerang saluran pernafasan manusia yang berakibat kematian secara massal, Oleh karena itu Badan Kesehatan Dunia ( WHO ) menyatakan sebagai Pandemi Global.
Virus corona jenis ini sebetulnya bukan kali ini muncul di dunia, tetapi sudah ada sejak awal abad 20, tepatnya tahun 1918 yaitu yang disebut pandemi flu Spanyol , disebut flu Spanyol karena episemtrumnya di Spanyol.
Orang orang yang terinfeksi virus corona pertama ini ( bisa juga disebut virus influensa) sebanyak satu milyar manusia, padahal penduduk dunia waktu itu baru berjumlah 1,7 milyar, jadi artinya 60 persen penduduk dunia terserang oleh virus ini, dan yang meninggal dunia sebanyak 100.000.000 orang ( 10 persen dari yang terinfeksi). Virus corona ini gampang bermutasi dan beradaptasi seiring dengan perubahan-perubahan lingkungan yang menyertainya.
Pandemi yang kedua terjadi tahun 1957 berpusat di Asia, makanya disebut flu Asia, memakan korban dua juta orang meninggal dunia, kemudian tahun 1960 diadakan penelitian oleh para ahli yang dikoordinir oleh WHO, hasilnya bahwa virus Asia dan virus virus lain yang muncul kemudian mata rantainya adalah dari virus corona yang terjadi di Spanyol tahun 1918 itu, ini membuktikan bahwa virus tersebut bisa bermutasi secara cepat dan beradaptasi dengan lingkungan yang menyertainya.
Tahun 1968 muncul virus Hongkong dengan karakter H.3 N2. Disebut virus Hongkong karena berpusat di Hongkong dan menyebar ke berbagai Negara, memakan korban 4 juta orang.
Tahun 2004 kita mengenal ada flu burung, pertama diketahui berasal dari China, menyerang semua unggas baik di China maupun di belahan dunia yang lain termasuk di negeri kita, semua jenis unggas (burung, bebek, ayam dan sejenisnya) terpapar bergelimpangan. Hanya berselang beberapa tahun, tepatnya tahun 2009 terjadi flu babi, ditemukan di China.
Tahun 2012, hal yang mirip dengan flu brung dan flu babi di China, muncul juga di kawasan Timur Tengah apa yang disebut Virus SARS dan MERS. virus ini dikenal juga dengan virus Unta dan bisa bermutasi kepada manusia, memakan korban di Saudi Arabia sebanyak 800 orang.
Virus Corona yang terdeteksi tahun 2019 (makanya diberi code Covid-19) berasal dari binatang liar seperti kelelawar, ular dan lainnya. Diberitakan berpusat di Wuhan ( salahsatu Provinsi di China) karena di sana ada pasar yang bebas menjual binatang-binatang liar untuk dikonsumsi.
Tetapi banyak teori teori konspirasi yang berseliweran di dunia maya mengenai asal usul virus corona ini, salahsatu yang cukup viral adalah bahwa virus corona sudah diprediksi akan muncul pada tahun 2020 melalui sebuah buku fiksi dengan judul "The Eyes of the Darkness" yang terbit tahun 2021.
Mungkin terpengaruh oleh buku ini Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh China sedang mengembagkan senjata biologi melalui rekayasa genetika di sebuah pusat Laboratorium di Wuhan China. Tapi lucunya pernyataan Donald Trump dibantah oleh komunitas Inteljen Amerika sendiri yang menyatakan bahwa virus corona bukan berasal dari laboratorium, tapi berasal dari binatang liar yang salahsatunya adalah Kelelawar. Adalah Dr. Anthony Fauci pakar penyakit menular Amerika Serikat juga menolak pernyataan bahwa virus
Corona yang menjadi pandemi saat ini berasal dari sebuah laboratorium China, Ia menjelaskan virus tersebut kemungkinanan berasal dari evolusi virus pada kelelawar sebagaimana bukti ilmiah yang sudah ada. Dan masih banyak pakar pakar kesehatan dunia yang pandangannya sama dengan Fauci, termasuk WHO tentunya.
Berkembang juga opini luas di Negeri Kita bahwa virus corona adalah upaya Konspirasi Yahudi dan Barat untuk menghancurkan China dan Islam , tapi ketika melihat fakta bahwa korban yang paling besar justru di Eropa dan Amerika bahkan juga Israel sebagai negeri Yahudi dimana Menteri Kesehatan beserta Istrinya terpapar positif corona dan menjalani perawatan cukup lama di Rumah Sakit, pelan pelan opini tadi menghilang.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat tepat untuk kita bermuhasabah dan mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi, karena itu perlubmemproyektir kasus covid-19 ini, pertama dengan mengaitkan kepada surat al-Baqoroh ayat 155-156 yang artinya : "Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta benda, kematian dan buah buahan, dan berikanlah kabar gembira kepada orang orang yang sabar, yaitu orang orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata ; kita miliki Allah dan akan kembali kepada Allah".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hm-rafani-akhyar-wakil-ketua-pw-muhammadiyah-jabar.jpg)