Penyekatan Jalan Diperluas, Warga Kota Tasikmalaya Diminta Diam di Rumah
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya memperluas kawasan penyekatan jalan di wilayah kota
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya memperluas kawasan penyekatan jalan di wilayah kota, Rabu (20/5/2020).
Tidak hanya sejumlah jalan protokol, jalan-jalan permukiman pun mulai disekat. Akibatnya banyak pengendara roda dua dan empat terjebak dan mesti berputar-putar agar bisa sampai tujuan.
Pemantauan Tribun di kawasan Argasari, Kecamatan Cihideung misalnya, membuat kendaraan roda empat dan dua berputar-putar mencari celah yang bisa dilalui.
Sejumlah jalan yang biasa lenggang, kini menjadi kawasan macet seperti di Jalan Argasari 2, Kelurahan Argasari. Jalan yang biasanya hanya dilintasi warga sekitar, kini jadi kawasan macet.
Warga yang hendak bepergian pun jadi terhambat. "Baru kali ini jalan kami macet begini. Biasanya lenggang hanya warga yang melintas. Anak-anak tak bisa bermain di jalan," kata Ade (42), salah seorang warga.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan, kebijakan penyekatan kawasan merupakan bagian dari PSBB.
• Masalah Andre Taulany-Rina Nose Soal Marga Latuconsina Makin Panas, Kini Beredar Postingan Pelapor
"Kami mohon pengertian warga. Penyekatan bertujuan untuk membatasi mobilitas warga. Kami menyayangkan masih banyaknya warga ke luar rumah bukan untuk keperluan mendesak," kata Budi di Bale Kota.
Budi mengharapkan, pada pelaksanaan PSBB tahap kedua ini warga lebih serius menjalaninya. "Terutama menjalankan social distancing. Diam di rumah kalau tidak ada keperluan penting," ujar Budi.
• Polres Subang Bagikan 500 Paket Sembako dari Aslog Mabes Polri kepada Masyarakat Subang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jalan-pemukiman-di-tasikmalaya.jpg)