Kuwu Ungkap Fakta Pemotongan Bansos Tunai Rp 500 Ribu oleh Aparat Desa, Langsung Marah: Itu Pungli

Kuwu Desa Pabean Ilir, Nasito, mengaku awalnya tidak tahu ada pemotongan bantuan oleh aparat desa yang sudah diterima warga.

Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Kuwu Pabean Ilir, Nasito 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kuwu Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Nasito, mengaku awalnya tidak tahu ada pemotongan bantuan oleh aparat desa yang sudah diterima warga.

Bantuan itu berupa bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk keluarga penerima mafaat (KPM).

Ada sebanyak 31 KPM di Desa Pabean Ilir yang dipotong sebesar Rp 500 ribu dari total bantuan yang mesti diterima yakni Rp 600 ribu.

Atau dengan kata lain, KPM yang bersangkutan hanya menerima bantuan sebesar Rp 100 ribu.

"Pas saya tahu saya marah, ini kamu salah, terus saya coba konfirmasikan dulu ke dinas, ternyata memang salah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (20/5/2020).

Nasito menceritakan, ide pemotongan itu pada awalnya berasal dari perangkat desa yang terdiri atas sekretaris desa, bendahara, kasi pemberdayaan dan para bekel.

Hal tersebut dikarenakan dari sebanyak 75 orang yang diusulkan menerima BST, hanya 58 orang yang keluar.

Bahkan dari 58 orang, 31 di antaranya terdata juga pada bantuan lain, dalam hal ini bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) atau dengan kata lain penerima bantuan ganda.

Perangkat desa itu kemudian mendatangi masing-masing KPM dan sebagian lagi meminta KPM yang ganda tersebut mendatangi kantor kuwu.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Sugiri
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved