Minggu, 19 April 2026

Pengelola Wisata Quran Bakal Tata Kiaracondong Menjadi Kampung Tematik

Rencananya Syaamil Quran bersama pemerintah bakal menata  kawasan Kiaracondong menjadi kampung tematik. Namun program tersebut terhenti karena terburu

Editor: Januar Pribadi Hamel
Istimewa
Ustaz Abdul Somad (UAS) mendapatkan penjelasan dari Chairman Syaamil Group Riza Zacharias terkait pembuatan Al-Qur'an saat berkunjung ke Wisata Quran, Jalan Babakan Sari 1 No. 71 Kiaracondong, Kota Bandung. 

Rencananya Syaamil Quran bersama pemerintah bakal menata  kawasan Kiaracondong menjadi kampung tematik. Namun program tersebut terhenti karena terburu ada wabah Covid-19.

WISATA Quran merupakan kreasi Syaamil Quran. Wisata ini dibuat karena mereka peduli terhadap Al-Qur'an dan penyebarannya. Mereka pun berharap bisa menghadirkan nuansa agamis di Kota Bandung.

Syaamil Quran adalah penerbit khusus Al-Qur'an dan buku-buku islam. Berdiri sejak tahun 1996. Pemilik Syaamil Quran adalah Riza Zacharias (chairman) dana Halfino Berry (co-chairman).

Pada 14 Januari 2008, Syaamil Quran menjadi satu perusahaan sendiri di bawah PT. Sygma Examedia Arkanleema. Sygma Examedia Arkanleema merupakan entitas perusahaan di bawah Syaamil Group.

Menurut Apud Saepudin, Marketing & Communication GM Syaamil Quran, ide Wisata Quran muncul karena banyak yang berkunjung ke Kantor Syaamil di Jalan Babakan Sari 1 No. 71 Kiaracondong, Kota Bandung.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, mendapatkan penjelasan dari Chairman Syaamil Group Riza Zacharias terkait pembuatan Al-Qur'an, di Wisata Quran, Jalan Babakan Sari 1 No. 71 Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 12 Agustus 2019.
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, mendapatkan penjelasan dari Chairman Syaamil Group Riza Zacharias terkait pembuatan Al-Qur'an, di Wisata Quran, Jalan Babakan Sari 1 No. 71 Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 12 Agustus 2019. (Istimewa)

"Mereka datang ingin melihat proses pembuatan Al-Qur'an. Makin lama peserta kunjungan semakin banyak," kata Apud kepada Tribun melalui wawancara tertulis, Rabu (13/5/2020).

Wisata Quran, menurut Apud, untuk memberikan wawasan tentang Al-Qur'an kepada masyarakat sehingga termotivasi untuk selalu berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Wisata Quran tidak hanya berada di lingkungan Kantor Syaamil Quran, namun diperluas ke wilayah Kecamatan Kiaracondong. Untuk merealisasikannya, kata Apud, Syaamil Quran bekerja sama dengan pemerintah Kecamatan Kiaracondong, Pemkot Bandung, dan Pemprov Jabar.

Rencananya, kawasan Kiaracondong bakal ditata infrastrukturnya untuk menjadi kampung tematik. Namun program tersebut terhenti karena terburu ada wabah Covid-19.

"Kami juga menyiapkan program-program pembinaan keagamaan untuk warga sekitar," katanya.

Siswa dan siswi SMPIT Raflesia saat berkunjung ke Wisata Quran. Mereka berkeliling melihat langsung proses produk Al-Qur’an mulai dari desain, cetak, sampai tahap pengemasan.
Siswa dan siswi SMPIT Raflesia saat berkunjung ke Wisata Quran. Mereka berkeliling melihat langsung proses produk Al-Qur’an mulai dari desain, cetak, sampai tahap pengemasan. (Istimewa)

Wisata Quran, Wisata Alternatif

Bandung punya tempat wisata alternatif. Namanya Wisata Quran. Tempat ini menawarkan wawasan tentang Al-Qur'an, termasuk bisa melihat proses produksi Al-Qur'an.

Menurut Apud Saepudin, Marketing & Communication GM Syaamil Quran, program Wisata Quran memang untuk mengedukasi masyarakat soal proses pembuatan Al-Qur'an.

"Membuat Al-Qur'an itu ada adab-adab dan perlakuan khusus yang berbeda dengan pembuatan produk biasa," kata Apud kepada Tribun melalui wawancara tertulis, Rabu (13/5/2020).

Di tempat wisata tersebut, pengunjung bisa melihat video-video tentang seluk beluk Al-Qur'an, adab membuat Al-Qur'an, praktek menghafal Al-Qur'an, menulis Al-Qur'an, dan motivasi Al-Qur'an.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved