Terpopuler
Gubernur Ridwan Kamil Klaim PSBB di Jabar Dapat Turunkan Kurva Kasus Covid-19
Jumlah pasien sembuh di Jabar mencapai 262 orang dan yang meninggal 100 orang atau sama seperti hari sebelumnya.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di seluruh wilayahnya dapat menurunkan kurva kasus Covid-19.
Data kasus Covid-19 di Jabar pada Sabtu (16/5/2020) menunjukkan masih ada penambahan 22 kasus baru sehingga total kasus positif di Jabar mencapai 1.618 dari angka nasional 17.025.
Jumlah pasien sembuh di Jabar mencapai 262 orang dan yang meninggal 100 orang atau sama seperti hari sebelumnya.
Penambahan kasus positif harian di Jabar sebelumnya pun relatif rendah, yakni bertambah 31 kasus pada 15 Mei, bertambah 9 kasus pada 14 Mei, bertambah 7 kasus pada 13 Mei, selanjutnya berturut-turut ke belakang bertambah 52 kasus, 56 kasus, dan 0 kasus.
Jawa Barat yang sebelumnya bertengger di posisi kedua dengan jumlah kasus positif terbanyak setelah DKI Jakarta pun sudah sejak beberapa hari lalu digantikan posisinya oleh Jawa Timur yang kini memiliki 2.105 kasus positif atau bertambah 184 kasus dari hari sebelumnya.
“Sebelum PSBB kasus harian kita ada di 40-an kasus per hari. Di akhir PSBB ini, di hari ini sudah turun ke 21-24 kasus per hari,” ujar Ridwan Kamil dalam keterangannya melalui video yang ditayangkan di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (16/5/2020).
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil, ini juga mengatakan bahwa sebelumnya ada peningkatan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, tapi setelah dilakukan PSBB angka tersebut menurun.
• 70 Persen Positif Covid-19 di Jabar OTG, Ridwan Kamil Khawatir Banyak OTG Berkeliaran di Tempat Umum
Hal itu juga berpengaruh pada tingkat kematian akibat infeksi virus SARS-CoV-2 yang mengalami penurunan. Bahkan dikatakan Emil pasien sembuh mengalami peningkatan hingga dua kali lipat.
“Dari akhir bulan April 2020 ada 430-an pasien (dirawat di RS), sekarang (setelah PSBB) sudah 350-an pasien. Sebelum PSBB tingkat kematian 7 orang per hari, setelah PSBB menjadi 4 orang per hari. Kemudian ada kenaikan kesembuhan hampir dua kali lipat,” ujar Emil.
Adapun PSBB yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dilakukan melalui tiga tahapan.
Pertama PSBB yang diterapkan di wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek), kemudian wilayah Bandung Raya dan yang terakhir adalah PSBB Skala Provinsi Jawa Barat.
“Dibagi tiga tahap dimulai di buat di Bodebek dulu tanggal 15 April 2020, kemudian dilanjutkan di Bandung Raya di 22 April 2020, kemudian akhirnya kami bikin PSBB skala Provinsi itu di tanggal 6 Mei 2020 yang akan berakhir di tanggal 20 Mei 2020,” ucap Kang Emil.
Kemudian dasar penerapan PSBB skala provinsi adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin melakukan pelacakan kepada semua 50 juta penduduk.
• Ridwan Kamil Dukung Inisiatif Good Doctor Technology Indonesia & GrabHealth Beri Rapid Test Gratis
“Kalau hanya yang PSBB-nya 1-2 kabupaten, kami khawatir kota kabupaten yang tidak melakukan PSBB tidak punya ukuran-ukuran untuk melakukan evaluasi yang terpercaya atau terukur,” kata Emil.
Selanjutnya, pada saat hasil PSBB Provinsi dievaluasi, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengambil keputusan untuk memberikan relaksasi hingga pengembalian keadaan menjadi normal, dengan catatan tidak ada pergerakan penyebaran virus SARS-CoV-2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gubernur-jabar-ridwan-kamil-saat-rapat-virtual-dengan-bupatiwali-kota-di-jabar.jpg)