Terpopuler

Gubernur Ridwan Kamil Klaim PSBB di Jabar Dapat Turunkan Kurva Kasus Covid-19

Jumlah pasien sembuh di Jabar mencapai 262 orang dan yang meninggal 100 orang atau sama seperti hari sebelumnya.

istimewa
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat rapat virtual dengan bupati/wali kota di Jabar di Gedung Pakuan, Rabu (29/4/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di seluruh wilayahnya dapat menurunkan kurva kasus Covid-19.

Data kasus Covid-19 di Jabar pada Sabtu (16/5/2020) menunjukkan masih ada penambahan 22 kasus baru sehingga total kasus positif di Jabar mencapai 1.618 dari angka nasional 17.025.

Jumlah pasien sembuh di Jabar mencapai 262 orang dan yang meninggal 100 orang atau sama seperti hari sebelumnya.

Penambahan kasus positif harian di Jabar sebelumnya pun relatif rendah, yakni bertambah 31 kasus pada 15 Mei, bertambah 9 kasus pada 14 Mei, bertambah 7 kasus pada 13 Mei, selanjutnya berturut-turut ke belakang bertambah 52 kasus, 56 kasus, dan 0 kasus.

Jawa Barat yang sebelumnya bertengger di posisi kedua dengan jumlah kasus positif terbanyak setelah DKI Jakarta pun sudah sejak beberapa hari lalu digantikan posisinya oleh Jawa Timur yang kini memiliki 2.105 kasus positif atau bertambah 184 kasus dari hari sebelumnya.

“Sebelum PSBB kasus harian kita ada di 40-an kasus per hari. Di akhir PSBB ini, di hari ini sudah turun ke 21-24 kasus per hari,” ujar Ridwan Kamil dalam keterangannya melalui video yang ditayangkan di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (16/5/2020).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil, ini juga mengatakan bahwa sebelumnya ada peningkatan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, tapi setelah dilakukan PSBB angka tersebut menurun.

70 Persen Positif Covid-19 di Jabar OTG, Ridwan Kamil Khawatir Banyak OTG Berkeliaran di Tempat Umum

Hal itu juga berpengaruh pada tingkat kematian akibat infeksi virus SARS-CoV-2 yang mengalami penurunan. Bahkan dikatakan Emil pasien sembuh mengalami peningkatan hingga dua kali lipat.

“Dari akhir bulan April 2020 ada 430-an pasien (dirawat di RS), sekarang (setelah PSBB) sudah 350-an pasien. Sebelum PSBB tingkat kematian 7 orang per hari, setelah PSBB menjadi 4 orang per hari. Kemudian ada kenaikan kesembuhan hampir dua kali lipat,” ujar Emil.

Adapun PSBB yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dilakukan melalui tiga tahapan.

Halaman
12
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved