Pandemi Covid-19, Penjualan Parsel Lesu, Mendekati Lebaran masih Sepi Pembeli

Menjelang perayaan Lebaran, para pedagang bingkisan berbagai isi atau parsel mengaku masih sepi pembeli.

Penulis: Ery Chandra | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun jabar/ Ery Chandra
Menjelang perayaan Lebaran, para pedagang bingkisan berbagai isi atau parsel mengaku masih sepi pembeli. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Menjelang perayaan Lebaran, para pedagang bingkisan berbagai isi atau parsel mengaku masih sepi pembeli.

Salah satunya adalah Boyke, seorang pedagang parsel tampak menanti pembeli, ditengah pandemi virus korona dan pembatasan sosial berskala Besar atau PSBB.

"Permintaan sekarang ini belum begitu banyak. Biasanya bisa buat 20 ribu parsel berbagai macam, untuk disebar. Sekarang hanya 10 ribu parsel saja," ujar Boyke, pemilik usaha parsel, di Jalan Karapitan, Kota Bandung, Kamis (14/5/2020).

Menurutnya, pembelian paling terasa menurun drastis adalah permintaan dari perkantoran. Bukan segi jumlah, tetapi dari nominal harga parsel.

Dia mencontohkan, satu kali pemesanan ada mencapai 10 buah parsel dengan harga Rp. 200 ribu. Tetapi, sekarang memesan parsel seharga Rp.100 ribu per buah.

"Bilangnya dana untuk parsel dipotong untuk keperluan lainnya, karena masih virus korona," katanya.

Dia bilang parsel merupakan penjualan musiman. Otomatis, pekerja yang diperbantukan tak selalu hadir tiap hari. Sehingga mereka beraktivitas hanya beberapa bulan.

Padahal merujuk tahun lalu, Boyke mampu mempekerjakan sampai 20 orang. Kini hanya 10 orang di tempatnya. Dengan terpaksa, katanya, yang membuat parsel pun dikurangi.

BI Jabar Siapkan Duit Cash Rp 21 Triliun Buat Keperluan Bulan Puasa dan Lebaran

"Jadinya enggak bisa kerja. Terpaksa karena produksi berkurang, kasihan mereka," katanya.

Menurutnya, hingga mendekati lebaran setidaknya enam ribu parsel telah terjual atau disebar kepada pedagang lainnya. Dia memprediksi 10 hari jelang lebaran ramai oleh pengunjung.

Sementara itu, seorang pembeli parsel, M. Malik (28), menuturkan, tak pernah membeli parsel saat perayaan Idul Fitri. Secara khusus, kali ini bersama sang istri membeli beberapa parsel untuk dikirim kepada saudara-saudaranya.

Menurutnya, ketika pandemi virus corona belum berencana pergi silaturahmi ke kediaman saudara dan kerabat. Dia berharap kiriman parsel dapat mengganti secuil kesan silaturahmi yang identik tatap muka saat lebaran.

"Bingkisan sebagai silaturahmi saja. Sekarang virus belum selesai, kan enggak bisa kumpul ramai-ramai?," ujarnya.

Polisi Ajak Badut Hibur Anak-Anak yang Belajar di Rumah, Anak-anak Sempat Kaget lalu Gembira

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved