Harga Bawang Merah di Tasikmalaya Kini Melejit, Rp 48 Ribu Per Kilogram

Di tengah turunnya harga sejumlah komoditas di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, harga bawang merah malah melejit.

Tribun Jabar/Siti Masithoh
Ilustrasi bawang merah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Di tengah menurunnya harga-harga komoditas pasar, harga bawang merah malah naik di Pasar Induk Cikurubuk.

Pemantauan petugas Satgas Pangan Kota Tasikmalaya, Kamis (14/5), kenaikan harga bawang merah di para pedagang sayur cukup signifikan.

Harga bawang merah yang biasa dijual dengan harga sekitar Rp 25.000 per kg, saat ini melambung jadi Rp 48.000 per kg.

Sejumlah pedagang sayur mengaku tak mengetahui penyebab kenaikan harga bawang merah.

"Saya beli dari bandar memang harganya naik. Meski begitu, warga tetap membelinya karena memang rata-rata belinya sedikit," ujar Yeni (41), salah seorang pedagang sayur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tedi Setiadi, membenarkan adanya kenaikan harga bawang merah.

"Iya tadi kami pantau hanya harga bawang merah yang naik," katanya.

Tedi berjanji akan menelusuri penyebab kenaikan harga bawang merah tersebut.

"Kami akan telusuri di mana penyebabnya. Apakah karena memang stok kurang atau ada permainan," ujarnya.

Kebutuhan bawang merah di Kota Tasikmalaya, tambah Tedi, selama ini dipasok dari daerah lain termasuk Jateng.

"Kami berharap bukan karena ulah-ulah spekulan. Pokoknya akan ditelusuri," katanya.

Kenaikan harga bawang merah juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan inflasi di Kota Tasikmalaya sepanjang April.

Kronologi Tokoh Agama di Sukabumi Dipukul Lalu Terjungkal, Bermula dari Ribut-ribut Pasir Besi

Penulis: Firman Suryaman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved