Selasa, 28 April 2026

TERUNGKAP, Identitas Jasad Perempuan Dililit Sarung di Bogor, Dibunuh Penjual Roti

Seperti diketahui, AA menyekap istrinya yang baru berusia 17 tahun, SM di dalam rumah selama satu tahun terakhir.

Editor: Ravianto
(KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN)
Tim forensik RS Polri dibantu Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Bogor mengidentifikasi jenazah perempuan tanpa identitas yang dikubur di belakang kontrakan di Desa Kapasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/5/2020) siang. 

TRIBUNJABAR.ID, BOGOR - Kepolisian akhirnya mengungkap identitas jasad perempuan berlilit sarung yang ditemukan di belakang rumah kontrakan AA di di Desa Kapasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Seperti diketahui, AA menyekap istrinya yang baru berusia 17 tahun, SM di dalam rumah selama satu tahun terakhir.

SM berhasil meloloskan diri dari sekapan dan ditolong warga.

SM juga memberitahu polisi ada makam di belakang rumah yang mereka kontrak.

Kepolisian dan tim forensik RS Polri melakukan penggalian makam misterius di Desa Kapasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/5/2020). Tampak SM (17), korban penganiayaan dan penyekapan suaminya AA (37) menunjukkan lokasi makam ke polisi.
Kepolisian dan tim forensik RS Polri melakukan penggalian makam misterius di Desa Kapasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/5/2020). Tampak SM (17), korban penganiayaan dan penyekapan suaminya AA (37) menunjukkan lokasi makam ke polisi. ((KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN))

Selain mengungkap identitas jasad perempuan tersebut, polisi juga menguak apa penyebab dia dibunuh.

Polisi akhirnya mengungkap awal mula mayat wanita terlilit sarung di rumah penjual roti tewas.

Identitas mayat wanita yang dikuburkan di halaman belakang kontrakan rumah penjual roti itu pun mulai terungkap.

Rupanya, kematian DN, inisial jenazah tersebut bermula dari kopi yang dingin.

Keberadaan mayat tersebut diketahui setelah istri AA, SM (17) melarikan diri karena dianiaya suaminya dan melapor polisi.

Dokter Forensik Rumah Sakit (RS) Polri Soekanto dan Unit Identifikasi Polres Bogor, memeriksa jenazah perempuan yang ditemukan terkubur di belakang rumah kontrakan AA (37), Desa Kapasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.(Dok Polres Bogor)
Dokter Forensik Rumah Sakit (RS) Polri Soekanto dan Unit Identifikasi Polres Bogor, memeriksa jenazah perempuan yang ditemukan terkubur di belakang rumah kontrakan AA (37), Desa Kapasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.(Dok Polres Bogor) ()

Jenazah terlilit sarung adalah DN perempuan berusia 20 tahun.

Ia dibawa AA ke rumah kontrakannya setelah sang istri mengeluh sendirian dan meminta agar suaminya mencarikan teman untuk bercerita.

Selama menikah, SM disekap di dalam kamar sehingga ia merasa kesepian.

AA pun membawa DN yang berperilaku kurang normal untuk menemani istrinya di rumah kontrakan.

"Jadi karena terlalu lama disekap mungkin mereka jenuh dan meminta kepada pelaku untuk dicarikan teman berbagi rasa (ngobrol)," kata Kapolsek Parung Panjang Kompol Nundun Radiama, Senin (11/5/2020).

"Akhirnya menyanggupi untuk mencari teman dan ditemukan DN yang mempunyai perilaku kurang normal sehingga dibawalah ke rumah untuk menemani."

"Pada saat dipertemukan antara keduanya SM dan DN ini punya kecocokan dan bisa berdialog," imbuhnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved