Alat Kesehatan Buatan Indonesia

Mampu Produksi 50 Ventilator Per Hari

PT Len sedang memproduksi 10 unit ventilator untuk keperluan uji klinis di rumah sakit sebelum peralatan tersebut diedarkan secara legal

Istimewa
Pekerja sedang membuat ventilator di PT Len Industri, Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – PT Len Industri (Persero) mulai memproduksi emergency ventilator menggunakan komponen lokal dengan desain dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Len mengembangkan controlled ventury base continuous positive airway pressure (CPAP) yang membantu percepatan penyembuhan pasien Covid-19 stage 2 melalui proses menjaga konsistensi level oksigenasi dalam hemoglobin pasien.

Manajer Rekayasa Produk Unit Bisnis Industri, Sentot Rakhmad Abdi, mengatakan, untuk ventilator BPPT disertifikasi oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK ).

PT Len sedang memproduksi 10 unit ventilator untuk keperluan uji klinis di rumah sakit sebelum peralatan tersebut diedarkan secara legal ke rumah sakit seluruh Indonesia.

"Setelah lolos uji klinis maka produksi massal peralatan ini akan segera dilakukan," katanya
kepada Tribun Jabar, di Bandung, Selasa (12/5).

Menurut Sentot, PT Len bisa memproduksi 50 unit ventilator per hari bergantung ketersediaan komponen. Target produk yang diperlukan BPPT 600 unit, produksi secara massal akan dikerjakan oleh dua industri. PT Len Industri akan memproduksi 300 unit.

Alat kesehatan buatan dalam negeri tersebut menggunakan material 100 persen kandungan lokal, tidak ada yang impor. Adanya produksi ventilator tidak mengubah line production di Len, karena pada dasarnya produksi di Len bersifat fleksibel.

“Untuk saat ini, harga kedua ventilator, baik dari BPPT maupun ITB belum secara resmi ditetapkan, karena produk yang dibuat masih ada penambahan fitur. Ventilator ITB saat ini masih ditujukan untuk keperluan donasi,” katanya.

Untuk ventilator ITB, target diselesaikan oleh Len sebanyak 300 unit. Perusahaan lain yang ikut serta dalam produksi, yaitu PT MRB dan PT DI. "Beberapa komponen ventilator dibuat sendiri oleh ITB. Saat ini kegiatan assembly komponen tersebut dilakukan oleh SMK, Polman, dan Polban,” katanya.

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Adityas Annas Azhari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved