Minggu, 10 Mei 2026

PSBB Dinilai Tidak Efektif, Dedi Mulyadi Usul Ganti Saja oleh Karantina Komunal, Begini Teknisnya

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menilai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah tidak efektif

Tayang:
Editor: Ichsan
istimewa
Sejumlah PKL bermain sepak bola di Jalan KHZ Mustofa ( Hazet) di hari pertama PSBB Kota Tasikmalaya, Rabu (6/5/2020). 

TRIBUNJABAR.ID - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menilai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah tidak efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, Dedi meminta PSBB dihentikan.

Dedi mengatakan, PSBB tidak efektif karena beberapa hal. Pertama, muncul kebijakan pemerintah pusat yang sudah melonggarkan transportasi.

Dengan pelonggaran transportasi, interaksi orang sudah makin tinggi dan banyak.

Sementara, PSBB bertujuan untuk menekan jumlah orang berinterkasi baik antar-individu maupun antar-wilayah.

Kedua, PSBB tidak efektif karena pada praktiknya, lalu lintas kendaraan tetap bisa lolos dari pos pemeriksaan. Memang, ada penjagaan ketat, namun hanya pada jam-jam tertentu.

"Pengendara tetap lolos di saat penjagaan baik siang maupun malam," kata Dedi melalui ponselnya, Sabtu (9/5/2020).

Lalu alasan ketiga tidak efektifnya PSBB adalah karena aturan itu terlalu panjang dan lama sehingga berdampak pada persoalan ekonomi dan sosial masyarakat.

Di sisi lain, ada kebijakan yang saling berbenturan, seperti PSBB dan kelonggaran transportasi sehingga membuat masyarakat bingung.

"PSBB menyebabkan sektor ekonomi jadi terhenti kalau kebijakan itu terlalu lama," kata Dedi.

Selain itu, kata Dedi, kebijakan PSBB tak sepenuhnya ditaati masyarakat. Misalnya, satu toko buka, tetapi toko lain tutup.

Orang berkerumun di satu toko yang buka, dan itu tidak ada artinya PSBB untuk menekan interaksi manusia.

"Kasihan yang sudah taat aturan tinggal di rumah, malah menderita dan upaya mereka juga jadi sia-sia," ujar Dedi.

Dedi Mulyadi saat diwawancara wartawan.
Dedi Mulyadi saat diwawancara wartawan. (istimewa)

Di Tengah Wabah Corona, Sebuah Rumah Malah Jadi Tempat Karaoke, Digerebek Polisi 2 PL Diamankan

Memicu Problem Sosial

Alasan lain bahwa PSBB tak efektif adalah kebijakan itu malah memicu problem sosial akibat bantuan dampak wabah corona yang tak merata dan salah sasaran.

"Daripada tidak jelas, ya sudah hentikan saja PSBB karena membingungkan masyarakat oleh regulasi yang aneh-aneh. Selain itu, masyarakat yang bandel tetap saja bebas dan lolos pemeriksaan. Mobil hanya dipelanin di pos pemeriksaan dan lolos begitu saja," kata Dedi.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved