Minggu, 3 Mei 2026

Warga Benteng Sukabumi Kumpulkan Rp 500 untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19, Begini Caranya

Kelurahan Benteng, Kacamatan Warudoyong, Kota Sukabumi luncurkan program Babarengan Rereongan Gope (Rp 500) alias Brenggo.

Tayang:
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Giri
TRIBUN JABAR/FAUZI NOVIANDI
Anggota karang taruna dan linmas mengambil uang Rp 500 dari rumah warga. 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kelurahan Benteng, Kacamatan Warudoyong,  Kota Sukabumi luncurkan program Babarengan Rereongan Gope (Rp 500) alias Brenggo untuk mencegah terjadinya kerawanan pangan diwilayahnya.

Lurah Benteng, Tri Hastuti mengatakan, program tersebut sebelumnya sudah berjalan sekitar 1 tahun lalu dilingkungan RW 07 untuk operasional keamanan wilayah setempat . Namun, program tersebut dimutakhirkan setelah terjadinya pandemi dan difokuskan untuk penanganan Covid-19.

"Teknisnya, setiap malam warga diminta mengumpulkan Rp 500 dan dikumpulkan oleh pengurus RW untuk mencegah kerawanan pangan di lingkungan warga," kata Tri Hasuti saat dihubungi, Sabtu (9/5/2020).

Tri menjelaskan, hasil dari iuran warga itu nantinya akan dikembalikan lagi kepada warga yang kurang mampu dalam bentuk sembako. Sampai saat ini realisasi penyaluran hasil Brengo itu sudah disalurkan sebanyak empat kali.

"Alhamdulillah hasilnya cukup membantu, meskipun nilainya kecil, hanya Rp 500, tapi manfaatnya cukup besar. Program Brengo sudah berjalan di lima RW dan insya Allah lima RW sisanya akan mengikuti," ucapnya.

Tri mengungkapkan, selain digunakan untuk membeli sembako, hasil dari program Brengo itu pun digunakan untuk membeli alat pelindung diri (APD) yang kembali dibagikan untuk masyarakat.

Polisi Selidiki Penyebar Pertama Konten Hoaks Perempuan Korban Jambret hingga Tangannya Putus

"Sekarang khususnya di lingkungan RW 07 warganya sudah mempunyai masker semuanya untuk menunjang program wajib masker," katanya.

Dia menambahkan, gugus tugas kreatif yang dibentuk untuk penanggulangan Covid-19 di wilayahnya sudah cukup aktif. Mulai dari penyediaan tempat cuci tangan, peningkatan keamanan, dan sistem laporan pemantauan penyebaran Covid-19 di wilayah setempat.

Terminal Leuwipanjang Mati, Tunggu Izin Keluar untuk Beraktivitas Lagi

"Tempat cuci tangan sudah ada di 40 titik, juga penerapan spanduk imbauan dan pemasangan portal untuk keamanan serta laporan penyebaran Covid-19. Setiap hari kami terima laporan dari gugus tugas RW," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved