Breaking News:

Hobi Koleksi Diecast Mobil, Berawal dari Iseng, Lama-lama Semakin Teracuni

Ia semakin teracuni untuk menyukai diecast setelah bertemu teman-temannya sesama kolektor, yakni komunitas Bandung Diecast Collectors.

Istimewa
Dicky Wahyu (51), kolektor diecast asal Bandung, mengoleksi mainan ini sejak 2004. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Diecast adalah mainan model skala, termasuk mobil. Mainan ini banyak penggemarnya.

Bahkan, ada yang sengaja mengoleksi dan banyak mengeluarkan uang untuk mendapatkannya.

Dicky Wahyu (51), kolektor diecast asal Bandung, mengoleksi mainan ini sejak 2004. Awalnya,ia suka mobil-mobilan yang bentuknya lucu, seperti bemo, VW Kodok, dan pikap mobil toko (moko).

"Lucu ada pikap moko, ada yang jualan mi, buah-buahan dan sayur, pikap bawa kaca (toko besi) juga ada," kata Dicky menceritakan awal dia menyukai diecast kepada Tribun lewat WhatsApp, Senin (4/5/2020).

Dicky semakin teracuni untuk menyukai diecast setelah bertemu teman-temannya sesama kolektor, yakni komunitas Bandung Diecast Collectors.

Dia bergabung dengan komunitas itu pada 2006 dan menjadi ketua pada 2007-2014.

Foto koleksi diecast milik Sandhy Agustra Kurniawan (27). Kolektor diecast ini mengaku menyukai mainan ini sejak 2013.
Foto koleksi diecast milik Sandhy Agustra Kurniawan (27). Kolektor diecast ini mengaku menyukai mainan ini sejak 2013. (Istimewa)

Dicky mengoleksi diecast skala 1:64. Bentuknya lebih imut ketimbang yang berskala 1:43.

Ini Pesta Langka Persib Bandung di Markas Arema FC Selama Hampir Dua Dekade

Perusahaan Makanan dan Minuman Ini Bersama KBI Sumbang 34.000 Paket Untuk Warga Terdampak Covid-19

Menurutnya, diecast yang skalanya lebih besar membutuhkan tempat yang lebih besar. Kelebihan diecast yang ukurannya lebih besar, ucap dia, detailnya semakin terlihat.

"Kalau merek mayoritasnya antara tiga, yakni Hot Wheels, Tomica, dan Matchbox. Ada juga merek Welly, Kinsmart, AutoArt, Siku, Norev, tapi tidak banyak," kata pria berputra satu ini.

Seiring waktu, Dicky makin selektif memilih koleksi. Saat ini, dia lebih fokus mengoleksi Hot Wheels Kool Kombi dan mobil-mobil imut.

"Jadi tidak semuanya dibeli, plus sebagian ada yang dijual kembali," katanya.

Andi Mukhlis (38), kolektor diecast yang juga pendiri komunitas Diecaster Urang Bandung (DUB), mengaku menyukai diecast sejak kecil dan mulai mengoleksinya pada 2000.

Masinah Hanya Andalkan Kebaikan Tetangga

Awalnya, kata warga Jalan Kebon Gedang ini, ia iseng membeli beberapa diecast yang dianggap bagus. Menurutnya, waktu dia masih kecil diecast itu sesuatu yang sangat mahal.

"Orang tua saya jarang membelikan saya diecast. Nah, setelah saya dewasa dan mempunyai penghasilan sendiri, saya mulai membeli beberapa diecast yang saya suka," kata Andi kepada Tribun lewat WhatsApp, Senin (4/5/2020).

Andi mengaku tidak pilih-pilih merek. Yang penting, kalau menurutnya bagus, mainan itu akan dia beli. Merek diecast yang sering Andi beli di antaranya Tomica, Matchbox, Majorette, dan Siku.

Kolektor diecast lainnya, Sandhy Agustra Kurniawan (27), mengaku menyukai mainan ini sejak 2013. Awalnya, kata Sandhy, iseng membeli diecast buat pajangan.

Lama-kelamaan, dia malah teracuni dan mulai mengoleksinya.

"Saya mengoleksi merek Hot Wheels, Tarmac Works, Inno-Models, GT Spirit, AUTOart sampai Ignition Model," kata founder komunitas dan media Indonesian Diecaster ini kepada Tribun lewat WhatsApp, Senin (4/5/2020). (januar ph)

Penulis: Januar Pribadi Hamel
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved