Senin, 18 Mei 2026

Gelombang Tinggi Terjadi Lagi di Citepus Sukabumi, Hantam Warung dan Kikis Pondasi Jalan Raya

Lagi, gelombang tinggi atau pasang terjadi di laut pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020).

Tayang:
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Dedy Herdiana
tribunjabar.id/kontributor Sukabumi, M Rizal Jalaludin
Lagi, gelombang tinggi atau pasang terjadi di laut pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020). 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Lagi, gelombang tinggi atau pasang terjadi di laut pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020).

Kepala Operasional dan SDM Satgas Pemandu Keselamatan Wisata Tirta Kabupaten Sukabumi, Asep Edom mengatakan, gelombang pasang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.

"Gelombang pasang tadi terjadi jam 06.00 WIB," ujar Asep kepada Tribunjabar.id.

Gelombang Tinggi Hantam Tanggul Penahan Ombak, Warung di Pinggir Pantai Citepus Sukabumi Rusak

Gelombang pasang tersebut kembali mengahantam warung lesehan di pinggir pantai.

Selain menghantam warung, dari pantauan Tribunjabar.id, gelombang pasang juga mengikis tanah jalan raya Citepus, tepatnya di Pantai Muara Citepus.

Gelombang juga menutupi seluruh badan pantai Muara Citepus.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Balawista, agar warga mengamankan.

"Kalau saya tadi pagi-pagi berkomunikasi dengan teman-teman Balawista, bahwa saya bilang mengamankan dulu masyarakat di pinggir pantai yang ada jualan, yang penting diamankan untuk mengungsi, bergeser dulu, atau pindah supaya tidak terbawa ombak," ujarnya.

VIDEO-Warung di Pinggir Pantai Citepus Sukabumi Rusak Tersapu Ombak Karena Gelombang Tinggi

Kaitan dengan terkikisnya tanah jalan raya Citepus, Usman mengatakan, kondisi tersebut merupakan kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Kaitan kalau ada yang tergerus itu karena bencana, mungkin ini harusnya kaitannya kewenangannya BPBD, kalau ini sifatnya bencana bukan kondisi normal, nanti mungkin kaitannya BPBD, mungkin dari masyarakat ada yang melaporkan ke BPBD. Cuman dari segi pariwisata saya mengamankan para pedagang yang dipinggir pantai dulu lah, saya bilang sudah bergeser dulu kah supaya tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan itu," tuturnya.

Disinggung soal pembuatan jogging treck atau penahan ombak yang bersifat permanen, Usman mengatakan, kedepan pihaknya bisa saja membuat penahan ombak.

Namun, saat ini tidak memungkinkan karena Pemerintah sedang menangani kasus virus corona.

"Kalau kedepannya mungkin, sekarang kan kondisinya lagi ngurusin Covid dulu, yang penting masyarakat aman dulu lah supaya tidak ada korban jiwa, kedepan mungkin pasti ada perbaikan. Tapi mungkin kalau urgen itu nanti kaitannya dengan BPBD," imbuhnya. (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved