Mengenal Kue Tradisional Lebaran dari Cianjur, Mulai Jawadah Hingga Paladang

Ramadan baru masuk pertengahan, namun pemesanan kue lebaran sudah jauh hari disiapkan.

tribunjabar/ferri amiril mukminin
Mengenal Kue Tradisional Lebaran dari Cianjur, Mulai Jawadah Hingga Paladang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ramadan baru masuk pertengahan, namun pemesanan kue lebaran sudah jauh hari disiapkan. Tak hanya perajin kue modern, perajin kue tradisional Cianjur pun sudah sibuk memproduksi untuk pesanan lebaran.

Seperti yang dilakukan oleh Nenah (50) perajin kue asal Kampung Cipicung RT 01/06, Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Sudah 25 tahun ia menjadi perajin kue tradisional Cianjur. Ia mendapat resep turun temurun dari keluarganya.

Nenah mengatakan, ada beberapa kue lebaran tradisional yang biasa ia produksi seperti paladang. Kue ini berbahan baku pala dan gedang (pepaya).

PSBB Jabar Hari Kedua, Petugas Polsek Mundu Halau Warga yang Ngabuburit di Setu Patok Cirebon

"Orang dulu mungkin ga mau ribet, jadi namanya disingkat dari bahan baku seperti paladang yang berbahan buah pala dan buah gedang," ujar Nenah ditemui saat memproduksi kue lebaran tradisional, Kamis (7/5/2020).

Nenah mengatakan, kue tradisional lainnya yang ia produksi adalah jawadah, kue saptu, kue kalapa, kue suuk, kue saptu asem, kue cepil ucing, tiktruk, kerewel, dan masih banyak lagi yang lainnya.

"Saya menjualnya Rp 35-40 ribu perkilogram untuk beragam kue tradisional ini," kata Nenah.

Ia mengatakan, untuk penjualan masih di daerah Cianjur. Menurutnya saat ini ia dibantu oleh 12 orang tenaga penjual yang berkeliling pakai motor.

"Jadi mereka yang datang sendiri ke sini, biasanya sampai 12 motor, ada yang bergerak ke utara Cianjur dan ada yang bergerak ke selatan Cianjur," kata Nenah.

Mengagetkan, di New York, Mayoritas Pasien Baru Covid-19 Justru Mereka yang Hanya di Rumah

Ia mengatakan, 25 tahun lalu awalnya ia iseng memproduksi kue buat keluarga saja. Berbeda dengan lainnya, Nenah lebih banyak memproduksi kue tradisional untuk lebaran.

"Ternyata banyak yang suka saat datang ke rumah atau dibuat untuk oleh-oleh," ujar Nenah.

Ia mengatakan, pemesan di luar bulan ramadan biasanya datang dari orang yang hajatan khitanan atau pernikahan.

"Warga biasanya ingin yang lengkap kue tradisional saat acara hajatan atau pernikahan, makanya mereka ke sini memesan," katanya

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved