Jumlah Warga Miskin Baru di Kota Bandung Berpotensi Terus Bertambah
Butuh waktu lebih dari tiga pekan bagi Pemerintah Kota Bandung mendata warga miskin baru
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Butuh waktu lebih dari tiga pekan bagi Pemerintah Kota Bandung mendata warga miskin baru, akibat virus corona atau non data terpaduk kesejahteraan sosial (DTKS).
Kepala Dinsosnangkis, Tono Rusdiantono Hendroyono mengatakan, data DTKS dan non DTKS sudah disahkan oleh Waki Kota Bandung, Oded M Danial. Jumlahnya, DTKS 63256 dan non DTKS 340 ribu Kepala Keluarga (KK).
Jumlah warga non DTKS ini, kata Tono akan terus bertambah selama masa pandemi virus corona dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) belum selesai.
Artinya, kata dia, ke depan tidak menutup kemungkinan bakal ada lagi warga terdampak.
"Bagi mereka yang belum mendapat bantuan, nanti tinggal bicara saja dengan Camatnya, kita juga akan ada rapat lagi dengan Sekda dan Wali Kota, kebijakannya seperti apa, kalau memang ada yang terdampak sangat berat dan miskin mungkin itu kita buka lagi pendaftarannya," ujar Tono, saat jumpa pers, di Balai Kota, Rabu (6/5/2020).
Menurut Tono, sejauh ini Wali Kota Bandung, Oded M Danial belum membahas apakah akan ada pendataan non DTKS tahap kedua atau tidak.
"Kalau Provinsi kemarin Gubernur mengatakan tahap pertama sudah selesai, berarti kalau bilang tahap pertama, akan ada tahap kedua, Insya Allah mudah-mudahan Gubernur konsisten, kalau Pak Wali Kota belum ada membicarakan sampai tahap ke dua, tapi coba kita lihat perkembangannya," katanya.
• Resep Kue Nastar Keju, Kastengel dan Kue Kacang yang Renyah dan Gurih, untuk Menu Sajian Idul Fitri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dinsos-bandung.jpg)