Awal Mula Kasus Penyebaran Corona Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna Versi Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya mengaku telah melakukan beberapa upaya terkait dugaan tertularnya ratusan karyawan pabrik rokok Sampoerna.

Editor: Yongky Yulius
Pixabay
ilustrasi virus corona 

TRIBUNJABAR.ID - Pemkot Surabaya mengaku telah melakukan beberapa upaya terkait dugaan tertularnya ratusan karyawan pabrik rokok Sampoerna.

Pemkot Surabaya membuka data berbagai upaya penanganan terkait kasus penularan virus Corona atau Covid-19 di pabrik rokok Sampoerna di Rungkut, Surabaya.

Bahkan sebelum kasus itu mengemuka, Pemkot Surabaya mengaku sudah melakukan berbagai hal.

"Mulanya tanggal 2 April 2020, yang bersangkutan itu sakit dan berobat ke klinik perusahaan. Pada 9 April 2020, pasien dirujuk di rumah sakit.

Tanggal 13 April 2020, pasien melakukan pemeriksaan tes swab di rumah sakit yang berbeda," kata Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Muhammad Fikser, Sabtu (2/5/2020).

Fikser melanjutkan, sejak saat itu Pemkot Surabaya melakukan tracing dengan penyelidikan epidemologi di setiap rumah sakit agar dapat memutus rantai persebaran Covid-19.

Begitu diketahui yang bersangkutan merupakan karyawan pabrik Sampoerna, pada 16 April 2020 Dinkes Surabaya memanggil pihak perusahaan.

"Jadi bukan perusahan yang melapor, tapi kami yang memanggil. Kami yang menemukan," kata Fikser.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya itu pun memastikan dalam penanganan kasus di pabrik tersebut tidaklah terlambat.

Termasuk meminta data nama karyawan untuk dilakukan tracing kembali.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan manajemen perusahaan Sampoerna Rungkut Surabaya.

Komunikasi terus dilakukan hingga pada 26 April 2020 dilakukan pertemuan manajemen dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota.

"Karena ibu (Wali Kota Risma) juga menyarankan tolong Sampoerna tutup sementara dan minta supaya seluruh yang positif rapid test itu dimasukkan isolasi di hotel, dan dia (manajemen) menyanggupi," tutur Eddy.

Eddy menyebut, tanggal 27 April 2020, pihaknya kembali bertemu dengan manajemen.

Dalam pertemuan itu, kembali disampaikan, terkait isolasi bagi karyawan yang positif berdasarkan hasil rapid test.

Namun, pihak manajemen Sampoerna mengatakan masih melakukan koordinasi dengan salah satu hotel untuk proses isolasi mandiri.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved