Sabtu, 9 Mei 2026

VIDEO Momentum Hari Buruh, Wartawan di Kuningan Jual Motor Kesayangan Untuk Beli APD

Dalam tindakan dia, semata untuk membantu tim medis dan relawan covid19 di daerah. “Jadi ketika motor saya laku dan uang itu akan saya belikan APD

Tayang:
Editor: yudix
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sekaligus sebagai peringatan Hari Buruh sedunia, aksi nekad dilakukan salah seorang wartawan di kuningan. “Iya saya mau jual motor kesayangan nih,”ungkap Dede Purnama alias Deffan saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Ciawigebang, Jum’at (1/05/2020).
Dalam tindakan dia, semata  untuk membantu tim medis dan relawan covid19 di daerah. “Jadi ketika motor saya laku dan uang itu akan saya belikan APD (alat Pelindung Diri,red) juga seperangkat kebutuhan pencegahan covid 19,”ungkapnya.
Latar belakangan ini, kata pria yang akrab di sapa Deffan ini mengaku sangat prihatin dengan tanggungjawab dan kepedulian tenaga medis dan relawan.”Saya melihat untuk kebutuhan APD bagi mereka dirasa kurang,” ujar Deffan. 
Tidak hanya untuk beli APD, kata Deffan, hasil penjualan itu hendak dibelikan komoditas sembako. Karena tidak di pungkiri masa pandemi covid 19 berdampak pada ekonomi kerakyatan.”Selain membagikan APD, uang hasil penjualan akan dibelikan sembako buat warga terdampak,” ujarnya.
Untuk penjualan motor kesayangan merk Yamaha yang ia miliki di banderol  seharaga Rp 21 juta. “Motor RK King punya saya, tahun 1997 yang memiliki nilai orisinil 90 persenan,” kata Deffan lagi.
Terlebih kata dia, kendaraan roda itu memiliki kelengkapan surat motor berikut jeda saat membayar pajak masih jauh.”Kalau motor memang jarang di pakai. Namun ketika ini terjual saya gunakan motor sebagai penggantinya,”ujarnya.
Deffan mengatakan, problem pandemi covid 19 di kuningan memang butuh kesadaran dari kalangan masyarakat. Terutama untuk kawasan atau kecamatan yang gemuk dengan jumlah penduduk. ”Nah dengan kebijakan PSBB yang akan diterapkan pemerintah saya dukung. Sebab di daerah kami masih ramai warga yang lalu lalang,” ungkapnya.
Defffan yang sesekali melihat motor kesayangan berharap ada pembeli cepat datang. “Jujur saya greget dan hawatir dengan masa pandemi covid 19 ini. Meskipun di informasikan sudah ada yang sembuh, namun pencegahan tetap harus kita lakukan,” ungkapnya.
Terlebih perilaku warga urban yang tidak jujur terhadap petugas covid 19 di masing – masing lingkungan tempat tinggalnya.”Berharap jangan terjadi tansmisi lokal dalam pandemi covid 19 ini,”katanya.
Berdasarkan data Tim Crisis Center Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan hingga kini jumlah 10 terbesar pemudik tersebar di 32 kecamatan sebagai berikut.
Kecamatan Sidangagung dengan jumlah pemudik sebanyak 3.625 orang.
Kecamatan Ciawigebang  sebanyak 3.548 orang, Kecamatan Maleber sebanyak 2.921 orang, Kecamatan Ciwaru sebanyak 2.637 orang, Kecamatan Cipicung sebanyak 2,501 orang, Kecamatan Cibingbin sebanyak 2.472 orang, Kecamatan Kadugede sebanyak 2.339 orang, Kecamatan Darma sebanyak 2,132 orang dan Kecamatan Ciniru dengan jumlah sebanyak 2.039 orang. (*)
Penulis: Ahmad Ripai
Video Editor: Wahyudi Utomo
Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved