Virus Corona di Jabar
Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19, Pemprov Jabar Terus Tambah Ruang Isolasi di Semua Kabupaten & Kota
Hadapi lonjakan jumlah pasien Covid-19, Pemprov Jabar terus tambah ruang isolasi di semua kabupaten/kota.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap intens menginventarisasi penambahan ruang isolasi dan perawatan Covid-19 di semua kabupaten dan kota di Jabar.
Hal tersebut sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus positif Covid-19 seiring konsistensi rapid diagnostic test (RDT) masif.
Sekretaris yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, mengatakan selain menambah rumah sakit rujukan, sejumlah pemerintah kabupaten/kota mengalihfungsikan gedung, hotel, maupun stadion, menjadi pusat isolasi, perawatan, dan penginapan tenaga medis.
"Telah dikoordinasikan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar menyiapkan pusat-pusat isolasi. Khususnya, bagi mereka yang menunjukan hasil RDT positif (reaktif), tetapi belum bergejala sampai menunjukkan hasil test PCR negatif diarahkan untuk dilakukan isolasi di tempat khusus," kata Daud di Gedung Sate, Jumat (1/5/2020).
Keberadaan pusat isolasi tambahan dapat menekan potensi penyebaran Covid-19.
Selain itu, kehadiran tenaga medis akan memantau perkembangan gejala klinis warga Jabar yang terindikasi positif Covid-19 berdasarkan RDT dan meningkatkan kedisiplinan selama isolasi.
"Yang masuk dalam pusat isolasi telah mendapat pemeriksaan dokter di rumah sakit sebelum masuk ke pusat isolasi," kata Daud.
Ketua Divisi Manajemen Fasyankes Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Marion Siagian, mengatakan jumlah tempat tidur di pusat isolasi nonrumah sakit yang terhimpun di kabupaten/kota sampai akhir April 2020 sebanyak 1.478 tempat tidur.
Angka ini sudah termasuk gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jabar, sementara di beberapa kabupaten/kota masih mempersiapkan .
"Masing-masing kabupaten/kota memiliki kebijakan upaya penyediaan ruang isolasinya di berbagai tingkatan, ada yang menggunakan sekolah, perkantoran, atau gedung lainnya, baik milik pemerintah, swasta. Maupun TNI/POLRI," tuturnya.
Sejumlah pusat isolasi nonrumah sakit sudah dipergunakan. Seperti Gedung BPSDM Provinsi Jabar hingga kini sudah merawat 87 Orang Tanpa Gejala (OTG) confirm swab dan RDT. Rinciannya, 65 orang masih dirawat, dan 22 orang sudah dinyatakan sembuh. Pada Kamis (30/4/2020) masuk 18 orang pasien baru.
Asrama Balai Latihan Kerja Manggahang Kabupaten Bandung pun merawat 6 orang.
Kemudian, Balai Latihan Kerja Disnakertrans Kabupaten Karawang merawat 10 orang.
Bapelkes Cikarang Kabupaten Bekasi merawat 8 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/plt-sekda-jabar-daud-achmad.jpg)