Senin, 13 April 2026

Ada Buruh Pabrik di KBB Terindikasi Positif Covid-19, Rapid Test untuk Karyawan Dilakukan Bertahap

Buruh pabrik di KBB terindikasi positif Covid-19, rapid test untuk karyawan dilakukan secara bertahap.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi rapid test. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrnas) Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah siap melakukan rapid test terhadap karyawan yang perusahaannya masih tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut dilakukan setelah adanya satu karyawan sebuah perusahaan terindikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil dari rapid diagnostic test (RDT).

Saat ini buruh tersebut dirawat di RSUD Cililin.

Kepala Disnakertrans KBB, Iing Solihin mengatakan setelah berkoordinasi dengan perusahaan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB saat ini telah sepakat untuk melakukan rapid test di perusahaan dilakukan secara mandiri dan bertahap.

"Pekan lalu kami sudah rapat dengan APINDO terkait rapid test di perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Tentunya tidak bisa dilakukan secara sekaligus karena keterbatasan tenaga. Oleh karena itu dilakukan secara bertahap," ujarnya di Pemkab Bandung Barat, Rabu (29/4/2020).

Kepada pihak perusahaan, pihaknya menyarankan harus selalu menerapkan standar protokol kesehatan demi melakukan pencegahan penyebaran virus corona.

"Kalau ada perusahaan yang melanggar, tentunya sanksi. Perusahaan harus ingat, bahwa ini untuk kesehatan pekerjanya dan kesehatan semuanya," katanya.

Sementara PT CCH Indonesia bakal melakukan rapid test untuk 30 buruh setelah adanya satu buruh yang terindikasi positif karena mereka telah berkontak langsung.

Kepala Personalia PT CCH Indonesia, Feri Sofwan Mudoffar mengatakan, rapid test kepada 30 buruh itu merupakan bentuk tindakan cepat dari perusahaan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 lebih luas di lingkungan pabrik.

"Kemarin baru 26 orang yang dirapid test dan hasilnya negatif dan hari ini pemeriksaan bagi 4 orang lainnya," katanya.

Feri menyebutkan, buruh yang sudah dinyatakan positif dari hasil rapid test tersebut, terakhir masuk kerja pada Kamis (24/4/2020) lalu. Setelah jam istirahat, buruh tersebut mengalami demam dengan suhu yang cukup tinggi.

"Saat masuk suhu tubuhnya itu normal 36,6 derajat. Namun pas mau masuk usai istirahat suhu tubuhnya tinggi menjadi 38 derajat lebih. Karena kami menerapkan SOP Covid-19, karyawan tersebut disarankan pulang dan memeriksakan diri ke dokter," kata Feri.

Kedung Waringin Karawang Jadi Titik Pemotor Diminta Putar Balik, Sudah 100 Motor Diusir dalam 2 Hari

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved