Nelayan Mengeluh Ikan di Laut Selatan Sukabumi Sulit Didapat, Gara-gara Banyak Rumpon
Nelayan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengeluhkan sulitnya mendapatkan ikan di laut selatan Sukabumi.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Ichsan
Laporan Reporter Tribun Jabar M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Nelayan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengeluhkan sulitnya mendapatkan ikan di laut selatan Sukabumi.
Salah seorang nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), Ruswandi (48) mengatakan, ikan sulit didapat karena terdapat rumpon di tengah laut selatan Sukabumi.
"Ada tanam rumpon, jarak tanam rumpon satu sama lain berjarak sekitar dua mil, ikan jadi sulit didapat," ujar nelayan asal Kampung Cinyocok, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, itu kepada Tribunjabar.id di Dermaga Palabuhanratu, Senin (27/4/2020).
Ruswandi menyebutkan, rumpon tersebut merupakan milik Bolga. Dulu, saat tidak ada Bolga, Ruswandi mengaku nelayan tidak terlalu kesulitan mendapatkan ikan.
"Ini rumpon Bolga, jadi Bolga mah ini (ikan) ada 50 ton, ditarik sama Bolga, dulu gak ada istilah Bolga, gak ada tanam rumpon-rumpon. Menghambatnya rumpon, sebab di Palabuhanratu Payang itu nangkap ikan sekadar lewat," tuturnya.
• Berutang Ratusan Juta Seorang Pria Ditembak Hingga Tewas Lalu Ditenggelamkan ke Sungai Citarum
"Sekarang kalau nelayan tidak gerak cepat susah, sama tidak kerja yang lain susah, kalau gak tani itu untuk makan aja susah," ucapnya.
Masih kata Ruswandi, sulitnya ikan di laut selatan Sukabumi sejak awal tahun 2020, hingga sekarang ikan masih sulit.
"Ikan susah sejak bulan Januari hingga sekarang susah. Kalau lagi rame ton nan, paling banyak nyampe 3 sampai 4 ton, kalau sekarang kadang-kadang satu ton juga susah, kwintalan sekarang mah, kalau ada yang ton nan saat seperti ini itu heboh," jelasnya.
Menurut Ruswandi, akibat banyaknya rumpon, saat ini nelayan Payang banyak yang gulung tikar karena susah mendapatkan ikan.
"Jadi, nelayan Payang itu gulung tikar, kendalanya itu di rumpon. Coba kalau tidak ada rumpon pasti bagus lagi, pokoknya tidak boleh ada rumpon dari Ujung Genteng sana ikan pasti banyak. Ikan juga kalau tidak ada umpan gak akan mau, karena ada umpan didalam rumpon sehingga ikan masuk ke dalam rumpon," terangnya.
• Perusahaan Alasan Mau Bangkrut Tak Bayar THR, Buruh Ngotot Audit Keuangan, Bolehkah THR Ditunda?
Ia meyebutkan, pemilik rumpon di laut Selatan Sukabumi kebanyakan dari Bugi, Sulawesi.
"Kebanyakan orang Bugis, Sulawesi. Di tengah itu sudah ada induk rumpon, kita jadi ketutup, PPNP itu sudah hapal di tengah ada rumpon. Makanya nelayan seperti ini (Payang) gulung tikar, dulu itu ribuan nelayan Payang, sekarang hanya ratusan, dari ratusan juga nyampe puluhan. Dulu nyampe 300 san, sekarang 100 an aja masih mending," keluh Ruswandi.
Untuk menutupi kebutuhan ditengah sulitnya ikan, Ruswandi mengaku nyambi sebagai petani. Ia mengatakan, sejak ikan sulit merugi jutaan rupiah.
"Untuk nambah penghasilan saya nyambi tani, itupun kalau ada. Ruginya, sehari kami berangkat habiskan uang sekitar Rp 2 juta, itu digunakan untuk kebutuhan bahan bakar perahu, belum makan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/nelayan-mengeluh-ikan-di-laut-selatan-sukabumi-sulit-didapat-gara-gara-banyak-rumpon.jpg)